SINDOSULSEL.COM, Bone – Pemerintah Kabupaten Bone juga menggelar Gerakan Pangan Murah melalui Dinas Ketahanan Pangan bekerjasama beberapa OPD di halaman Kantor Dinas Ketapang Jalan Ahmad Yani Watampone, Selasa (11/6/2024).
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bone, Andi Tenriawaru SP mengungkapkan gerakan pangan murah bertujuan membantu warga untuk memenuhi kebutuhan jelang lebaran Idul Adha 1445 Hijriah.
Dia mengatakan GPM ini digelar serentak di 24 kab/ Kota se Sulsel berlangsung dua hari hingga Rabu 12 Juni dengan bekerjasama beberapa OPD.
Baca juga: Jelang Idul Adha, Pasar Murah Pemkab Takalar Diserbu Warga
Kegiatan GPM sudah menjadi program rutin pemerintah dalam menekan laju inflasi. “Hadirnya GPM ini tentu sangat membantu warga. Selain sudah rutin digelar, kita terus menjaga stabilisasi harga pangan serta pengendalian inflasi menjelang lebaran Idul Adha 1445 Hijriah,” ujarnya.
Sementara Pj Bupati Bone, Andi Islamuddin melaporkan kondisi stok dan harga pangan di Bone bahwa persediaan dan harga pangan masih terjangkau. Bahkan dia melaporkan stok pangan aman dengan beberapa harga kebutuhan pokok terjangkau.
Dia juga melaporkan bahwa Pemkab Bone sudah menggelar 12 pasar murah di 27 kecamatan di Kabupaten Bone. “Pasar murah ini sebagai langkah konkret untuk menekan laju inflasi. Terbukti sesuai laporan diterima inflasi Bone dari 2,7 menjadi 2,4,” katanya.
Baca juga: Bertarung di Pilkada Bone, Andi Asman Sulaiman Siap Mundur Sebagai ASN
Selain pasar murah, kata dia langkah kedua yang dilakukan mengendalikan laju inflasi yakni penyaluran beras SPHP dari Bulog dan Ketapang.
“Setiap GPM, bulog selalu mengambil peran sehingga tingkat inflasi tertekan mampu mempertahankan sampai 2,4,” sebutnya.
Langkah ketiga yang dilakukan Pemkab Bone untuk menekan inflasi yakni menyalurkan bantuan pangan beras.
Berdasarkan analisis pangan, update 10 Juni 2204 yaitu beras premium Rp15 ribu per kilogram. “Jadi yang dijual beras di GPM pagi ini hanya Rp13 ribu per kg. Ada selisih 2 ribu harga beras, beda juga harga beras medium terjadi selisih Rp600,” ujarnya.
Baca juga: Aliansi Pemuda Pegiat Budaya Bone Gelar Pekan Kebudayaan Daerah 2024
Dia juga melaporkan harga bawang merah hanya Rp30 ribu per kilogram. Usai mengikuti rapat GPM secara virtual, Pj Bupati Bone meninjau beberapa stand penjualan pangan murah.
Dia pun meminta agar gerakan pangan murah ini untuk tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu mengeruk keuntungan.
“Jangan beli beras bulog atau pangan lainnya di GPM baru dijual ke tempat lain. Intinya tidak memperjualbelikan kembali pangan sudah dibeli,” tegasnya.
Program strategis GPM ini, lanjut dia sebagai wujud kepedulian Pemkab Bone dalam membantu memenuhi kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan harga kebutuhan dengan harga terjangkau.
“Pasar murah ini untuk membantu meringankan beban masyarakat khususnya menjelang lebaran Idul Adha 2024,” tandasnya. (*)












