Metro

Pj Gubernur Sebut, Rp 10 Ribu Anggaran Makan Bergizi Gratis Belum Cukup

×

Pj Gubernur Sebut, Rp 10 Ribu Anggaran Makan Bergizi Gratis Belum Cukup

Sebarkan artikel ini
Pj Gubernur Sebut, Rp 10 Ribu Anggaran Makan Bergizi Gratis Belum Cukup
Foto : Pj Gubernur Sulawesi Selatan, Prof Zudan Arif Fakhrulloh, menyaksikan simulasi program makan bergizi gratis di SMP Negeri 3 Bua Ponrang, Kabupaten Luwu.(Chaeruddin)

SINDOSULSEL.COM, Luwu – Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan, Prof Zudan Arif Fakhrulloh, menyaksikan simulasi program makan bergizi gratis (makan siang gratis.red) di Kabupaten Luwu, Jumat, (13/12/2024).

Simulasi makan siang bergizi dipusatkan di SMP Negeri 3 Bua Ponrang. Hadir mendampingi, Pj Bupati Luwu, Muhammad Saleh, unsur Muspida Kabupaten Luwu, Sekda Luwu dan Kepala Dinas Pendidikan Luwu, Andi Palanggi.

Seperti halnya simulasi di beberapa kabupaten di Sulsel yang lebih dahulu melaksanakan, para siswa diberikan paket nasi dalam kotak plastik. Dari pantauan sindosulsel.com, dalam kotak tersebut berisi nasi, daging ayam, telur ayam sebelah, sayur dan pisang.

Prof Zudan Arif Fakhrulloh, dalam wawancara kemarin mengakui anggaran Rp 10 ribu untuk makan siang bergizi dinilai kurang.

Baca juga : Rp1,2 Triliun Sehari, Ini Rincian Anggaran Program Makan Bergizi

“Hari ini kita di Luwu, bersama Palk Bupati, kita melakukan simulasi makan bergizi gratis di SMP 3 Bupon Luwu, juga memberikan bantuan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kabupaten Luwu untuk keperluan sekolah di Kabupaten Luwu,” ujarnya.

“Ini kita evaluasi, kemarin kita uji coba dengan harga atau anggaran Rp 15 ribu, sekarang dengan harga Rp 10 ribu. Memang dengan harga indeks Rp 10 ribu itu masih perlu ditingkatkan lagi indeksnya. Ada yang terlihat kurang, telurnya, sayurnya juga lauk pauknya,” terangnya.

Ia berharap, dengan upaya simulasi ini pemerintah bisa melakukan evaluasi dan perbaikan-perbaikan untuk mensukseskan program Presiden Prabowo, Makan Gizi Gratis, yang akan dilakukan mulai tahun 2025.

“Kita melakukan persiapan-persiapan sehingga sekolah di Sulawesi Selatan nanti sudah terbiasa dan mengetahui polanya untuk makan bergizi ini dengan baik. Jadi tingkat SMA sudah, SMP sudah dan SD sudah dan sudah kita lihat di berbagai kabupaten, hampir semuanya sudah melakukan uji coba,” katanya.

Disinggung kesiapan anggaran oleh Pemprov Sulsel dan pemerintah kabupaten dan kota di Sulsel, Prof Zudan Arif Fakhrulloh, menegaskan mereka siap, dan pemerintah daerah saat ini tengah menunggu juknis dari pemerintah pusat.

Baca juga : Pemkab Luwu Siapkan Anggaran Makan Siang Gratis, Dinas Apa yang Kelola?

“Untuk sekarang masih semua diarahkan dari pusat. Nanti kalau sudah ada petunjuk dari pusat. Untuk APBD kabupaten, kota dan provinsi akan menyiapkan untuk itu. Nilainya cukup besar, untuk SD, SMP dan SMA anggarannya sampai triliun,” ungkapnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu, Andi Palanggi, menyebutkan per harinya program makan bergizi gratis di Kabupaten Luwu membutuhkan anggaran sebesar Rp 570 juta.

“Per harinya kita butuh anggaran Rp570 juta atau Rp 163 miliar per tahun, itu hitungan Rp 10 ribu per murid dan siswa dengan jumlah 57.000 murid dan siswa di Luwu, mulai PAUD, TK, SD dan SMP,” beber Andi Palanggi.

Dari hasil simulasi di SMP Negeri 3 Bua Ponrang, seperti halnya Pj Gubernur Sulsel, ia juga mengakui anggaran Rp 10 per siswa dinilainya belum cukup untuk memenuhi kadar gizi sesuai target,

“Pasnya Rp 15 ribu kalau kita mau kejar empat sehat lima sempurna dan sesuai dengan angka kebutuhan gizi anak per hari,” tutupnya.

Diketahui dalam pelaksanaan makan bergizi nantinya, pemerintah akan membagi tiga watu pelaksanaan setip hari. Untuk PAUD sampai kelas II makan pukul 08.00, Murid SD kelas III sampai VI pukul 09.30, sementara, Siswa SMP dan SMA makannya di waktu siang.

Baca juga berita di Google News