MakassarNews

Pj Sekda Makassar Dorong Maksimalkan Metode Urban Farming di Longwis

×

Pj Sekda Makassar Dorong Maksimalkan Metode Urban Farming di Longwis

Sebarkan artikel ini
Pj Sekda Makassar Dorong Maksimalkan Metode Urban Farming di Longwis
Foto: Pj Sekda Makassar, Firman Hamid Pagarra mendorong agar memaksimalkan urban farming di Longwis.

SINDOSULSEL.COM, Makassar – Penjabat (Pj) Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Firman Hamid Pagarra dorong agar metode urban farming dimaksimalkan di Lorong Wisata (Longwis).

Firman mengatakan, upaya untuk terus meningkatkan produktivitas budidaya pangan di Longwis, Pemerintah Kota melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) juga mendorong masyarakat untuk memakai metode urban farming.

Baca juga: Wali Kota Makassar Danny Pomanto Teken 2 MoU di MIF 2024

“Urban farming ini kita dukung untuk pemerataan pemenuhan pangan bagi masyarakat kota Makassar. Jadi penerapan ini pula dilakukan beberapa tahapan dan kordinasi dengan pihak KWT dan RT/RW,” sebutnya.

Selain itu dapat menjadi pemenuhan kebutuhan pangan, kenyamanan hidup di tengah polusi udara perkotaan dan menghadirkan nuansa estetika lingkungan masyarakat di lorong wisata.

“Jadi kita terkenal dengan lorong wisata. Lorong ini disebut Pak wali sebagai selnya kota. Periode pertama Pak wali itu k disebut lorong garden, lalu Bulo (Badan Usaha Lorong), sekarang menjadi lorong wisata yang salah satu item di dalamnya itu budidaya pangan,” ujar Firman, Sabtu, (27/7/2024).

Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP), Alamsyah Sahabuddin mengatakan, akan menjadikan lorong sebagai penggerak ekonomi.

Baca juga: Kemenparekraf RI Sebut F8 Makassar Patut Jadi Percontohan Event di Indonesia

Dia mengaku akan terus memberikan stimulan agar warga dapat menciptakan siklus perekonomian di lorong wisata.

“Harusnya setelah dibantu ada perputaran ekonomi di dalamnya. Ada sirkulasi ekonomi di dalamnya,” katanya.

Diketahui, Lorong wisata adalah salah satu instrumen untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi, makanya peran aktif para Dewan Lorong sangat dibutuhkan.

Program Longwis juga dibarengi dengan keterlibatan publik seperti pembentukan dewan lorong, pembentukan influencer atau bassi barania serta penguatan ketua RT/RW setempat yang ikut membantu mengawal dan menjaga keberlangsungan program lorong wisata. (*)