SINDOSULSEL.COM, Bone – Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, menghadiri kegiatan penanaman jagung serentak kuartal III yang berlangsung di Desa Jompie, Kecamatan Ulaweng, Kabupaten Bone, Rabu (9/7/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional yang digelar oleh Polri sebagai dukungan terhadap ketahanan pangan.
Dalam sambutannya, Andi Akmal yang mewakili Bupati Bone, menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Bone atas keterlibatannya dalam penguatan ketahanan pangan di daerah.
Ia menilai keterlibatan Polri tidak hanya terbatas pada fungsi keamanan, tetapi juga mulai merambah sektor strategis lain seperti pertanian.
“Kami sangat mendukung program ini. Ketahanan pangan memerlukan sinergi berbagai pihak, termasuk Polri yang turut mendampingi dan memanfaatkan lahan-lahan perhutanan sosial,” ujar Akmal.
Ia juga menyebutkan bahwa Bone memiliki potensi lahan dan sumber daya petani yang besar.
Melalui kolaborasi lintas sektor, pemerintah daerah optimistis produksi jagung dapat ditingkatkan secara berkelanjutan.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa peran aktif kepolisian dalam program pertanian memberikan dampak positif terhadap pembangunan ekonomi masyarakat.
“Ini adalah bentuk kontribusi Polri yang tidak hanya menanam tanaman, tetapi juga harapan dan ketahanan ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.
Kegiatan ini turut melibatkan kelompok tani, penyuluh pertanian, serta unsur TNI dan Polri.
Bibit jagung yang digunakan berasal dari PT Bisi Internasional, di antaranya jenis Bisi 234, Bisi 235, dan Bisi 236.
Program penanaman jagung serentak ini digelar secara nasional dan terhubung secara virtual dari Grobogan, Jawa Tengah, yang menjadi pusat acara.
Acara pembukaan dilakukan oleh Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.
Kapolres Bone, AKBP Sugeng Setyo Budhi, turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama sejumlah pejabat Forkopimda dan OPD terkait.
Secara nasional, Polri bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dan pihak terkait lainnya dalam melibatkan lebih dari 135.000 kelompok tani.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya mendorong produktivitas jagung di daerah, tetapi juga memperkuat sinergi antar lembaga dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional.












