HukrimLuwu

Pria di Luwu Ditemukan Tewas di Kebun Terbakar

×

Pria di Luwu Ditemukan Tewas di Kebun Terbakar

Sebarkan artikel ini
Pria di Luwu Ditemukan Tewas di Kebun Terbakar
Foto : Lataming, ditemukan meninggal dunia di area kebunnya yang sebelumnya dilaporkan terbakar.(ist)

LUWU, sindosulsel.com – Pencarian selama tiga hari terhadap seorang petani bernama Lataming (63), warga Dusun Bunne, Desa Tampumia, Kecamatan Bupon, Kabupaten Luwu, berakhir duka.

Korban ditemukan meninggal dunia di area kebunnya yang sebelumnya dilaporkan terbakar.

Korban diketahui meninggalkan rumah pada Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 12.00 WITA untuk membersihkan dan membakar rumput di kebunnya. Namun hingga malam hari, ia tidak kunjung pulang sehingga keluarga melaporkan kepergiannya dan melakukan pencarian bersama warga.

Baca juga : Asap Karhutla Bua Mulai Menyasar Permukiman, Titik Api Belum Terkendali dan Berpotensi Ganggu Penerbangan

Kasi Humas Polres Luwu, Iptu Yakobus, mengatakan korban ditemukan pada Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 13.35 WITA oleh anggota keluarga yang mencari di sekitar kebun milik korban.

“Korban sebelumnya telah dicari selama tiga hari oleh keluarga bersama pemerintah desa, aparat keamanan dan BPBD. Hari ini korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di lokasi kebunnya,” kata Iptu Yakobus.

Menurutnya, saat keluarga tiba di lokasi kebun yang terbakar, mereka mencium aroma menyengat sebelum akhirnya menemukan korban dalam posisi tengkurap.

Baca  24 Jam Diburu, Dua Pelaku Pembacokan Remaja di Walenrang Ditangkap

“Korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa, tubuh menghitam akibat terbakar dan berada tidak jauh dari mesin semprot yang juga ikut terbakar,” ujarnya.

Baca juga : Karhutla Landa Hutan Lindung Battang dan Lahan Perkebunan Mungkajang

Mendapat laporan tersebut, personel Polres Luwu, Tim Inafis Satreskrim, Polsek Bupon dan BPBD Kabupaten Luwu langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Hasil pemeriksaan awal yang dilakukan tenaga medis dari Puskesmas Noling menunjukkan korban diduga meninggal akibat terbakar. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Dari hasil identifikasi awal, korban diduga meninggal karena terbakar dan diperkirakan telah meninggal lebih dari 24 jam. Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan,” jelas Iptu Yakobus.

Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah kemudian dibawa keluarga ke kampung halamannya di Kabupaten Sidrap untuk dimakamkan.