News

Protes Jalan Rusak, Warga Pasang Bendera di Lubang Jalan

×

Protes Jalan Rusak, Warga Pasang Bendera di Lubang Jalan

Sebarkan artikel ini
Protes Jalan Rusak, Warga Pasang Bendera di Lubang Jalan

SINDOSULSEL.COM, Sinjai – Kondisi Jalan Jenderal Sudirman di Kelurahan Biringere, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, kian memprihatinkan.

Pantauan pada Rabu (02/07/2025) menunjukkan kerusakan parah di jalur dua dalam kota yang mengarah ke Bulukumba.

Sebagai bentuk protes, warga bahkan menancapkan bendera partai di atas lubang jalan sebagai penanda agar pengendara lebih berhati-hati.

Aksi ini menjadi simbol keprihatinan terhadap lambannya penanganan jalan rusak yang semakin mengancam keselamatan pengguna jalan.

Seorang warga setempat, Adnan, mengaku kecewa dengan pemerintah. Menurutnya, kerusakan yang terjadi justru semakin parah setelah dilakukan pemotongan aspal oleh pihak terkait.

“Awalnya memang rusak, tapi tidak separah ini. Setelah dilakukan concrete cutter, tidak langsung dikerjakan. Padahal hujan deras terus turun, membuat aspal makin terkikis,” ujar Adnan.

Ia menjelaskan bahwa jalan berlubang tersebut memiliki kedalaman bervariasi antara 5 hingga 10 cm, dengan diameter antara 10 hingga 50 cm.

Kondisi ini sangat berbahaya, apalagi di malam hari, karena pengendara sulit menghindari lubang-lubang tersebut.

“Jalan Jenderal Sudirman adalah akses utama menuju RSUD, Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, Kejaksaan, Kandepag, dan sejumlah kantor OPD Sinjai. Sangat disayangkan kalau dibiarkan seperti ini. Kami minta Bupati dan Wakil Bupati mengevaluasi kinerja PUPR sebelum masyarakat turun ke jalan,” tegasnya.

Sebulan sebelumnya, pada Senin (02/06/2025), Kepala Dinas PUPR Haris Achmad menyatakan bahwa perbaikan jalan tersebut akan segera dilakukan.

Ia juga mengungkapkan bahwa anggaran sebesar Rp3 miliar telah disiapkan untuk perbaikan Jalan Jenderal Sudirman secara parsial.

“Lubang akan digali terlebih dahulu, kemudian ditambal menggunakan aspal atau hotmix,” ujarnya waktu itu.

Namun hingga kini, belum terlihat adanya pengerjaan lanjutan pasca pemotongan aspal yang dilakukan.

Ketidakjelasan ini menimbulkan keresahan warga yang khawatir kondisi jalan akan semakin memburuk dan membahayakan.

Warga berharap pemerintah segera bertindak sebelum korban jatuh akibat kondisi jalan yang rusak parah.

Jalan Jenderal Sudirman merupakan salah satu urat nadi lalu lintas dalam kota Sinjai, dan kerusakan parah pada ruas ini dapat mengganggu aktivitas masyarakat secara luas.