LUWU, sindosulsel.com – Layanan kesehatan di Kabupaten Luwu kini kian mengkhawatirkan.
Ditengah perayaan HUT RI ke 81 yang begitu meriah di tingkat kecamatan hingga kabupaten namun, sangat disayangkan Pemkab Luwu tidak mampu menyediakan obat untuk pasien demam.
Seperti yang dirasakan sejumlah pasien yang berobat di Puskesmas Bua, beberapa waktu lalu.
Pihak Puskesmas tidak mampu menyediakan obat penurun panas selama berhari hari dan dialami oleh sejumlah pasien yang rawat inap.
Baca Juga : Bawaslu Sidrap Gandeng RS Nene Mallomo Gelar Donor Darah
Bahkan keluarga pasien diminta membeli obat di luar tanpa menyampaikan pihak Puskesmas akan mengganti biaya pembelian obat tersebut.
“Obat panas tidak ada, perawat sarankan beli di luar,” ujar F salah seorang keluarga pasien.
Kepala Dinas Kesehatan, dr Risnawary Basir, yang dikonfirmasi beberapa waktu lalu sangat menyayangkan hal tersebut.
Ia menegaskan bahwa tidak semestinya Pukesmas kehabisan obat dan mestinya hal tersebut tidak terjadi.
“Kalau obat tidak ada harusnya pengelola obatnya sudah antisipasi untuk segera mengampra di gudang atau mereka beli pakai operasional JKK nnya,” ujar Kadis Kesehatan.
Baca Juga : Semarakkan HUT Ke-81 RI, Rutan Sidrap Ikuti Aksi Donor Darah
Terkait keluarga pasien yang diminta beli obat, Kadis Kesehatan mengindikasi itu salah prosedur.
“Kalau ada notanya kasi ki ke puskesmas, sudah juga saya sampaikan kapus tidak ada pembelian obat diluar kalaupun ada kekosongan obat, puskesmas yang membeli bukan pasien yang membeli obatnya,” tegasnya.












