LUWU – Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Luwu, berlangsung di Aula Andi Kambo, Selasa, (2/4/2024).
Rapat tersebut dihadiri seluruh unsur Forkopimda Luwu, Bupati Luwu, Ketua DPRD, Kapolres Luwu, Kajari, Ketua Pengadilan Negeri, dan Komandan Kodim 1403 Palopo, beserta para pelaku BUMN, BUMD, dan ormas dan keagamaan.
Rakor ini fokus membahas situasi jelang hari raya Idul Fitri dan pasca Idul Fitri. Terkait kebutuhan pangan dan keamanan masyarakat, sesuai tema, Menjaga Sinergitas Guna Menciptakan Kondusifitas Kabupaten Luwu Menyambut Idul Fitri 1445 H.
Penjabat (Pj) Bupati Luwu, Muhammad Saleh, menyampaikan fokus pembahasan pada ketersediaan bahan pokok, pengamanan arus mudik dan arus balik, harga sembako, keamanan, sarana dan sarana masjid, waspada ancaman, tantangan dan gangguan kamtibmas.
“Kita mengundang seluruh yang terkait apa yang akan kita bicarakan dan yang akan jadi penekanan kita dalam menyambut Idul Fitri. Hasil rapat ini kita sepakati dan jangan ada main-main soal kebutuhan warga,” tegasnya di awal rapat.
Menurutnya, kebutuhan bahan pokok sangat meningkat sehingga Forkopimda terus menggalakan pangan murah dan pasar murah dalam rangka menekan lanjut inflasi dan harga sembako di tengah masyarakat.
“Semakin mendekati idul Fitri, permintaan pasar semakin meningkat, harga-harga sembako dan barang tertentu pasti ikut naik jika pemerintah tidak turun tangan. Alhamdulillah, melalui kegiatan pangan murah, harga kebutuhan pokok di Luwu meski ada peningkatan namun kita mampu mengontrol sehingga terkendali kenaikannya,” ujar Saleh.
Saleh juga mengingatkan penanganan mudik dan arus balik di Luwu. ‘Menjadi perhatian kita terkait arus mudik dan arus balik. Ini juga menjadi penekanan kita, kebiasaan masyarakat kita untuk saling mengunjungi dan bersilaturahmi. Orang Luwu yang ada di luar kembali ke kampung halaman,” ujarnya.
Selain pengaman arus mudik dan arus balik. Saleh berharap, pulang kampung perantau Luwu mampu memberikan perbaikan ekonomi masyarakat. Keluarga kita yang pulang ke Luwu akan membawa rezeki mereka, uang mereka untuk dibelanjakan di Luwu, kampung halaman mereka, katanya.
Selanjutnya, Penjabat Bupati Luwu, mengingatkan seluruh pengelolah SPBU mengontrol ketersediaan BBM utamanya pertalite dan solar. “Jangan lagi ada kelangkaan BBM dalam menghadapi arus mudik dan arus balik karena intensitas pergerakan kendaraan pasti sangat tinggi,” kata Saleh.
Baca juga : https://sindosulsel.com/kapolres-luwu-ingatkan-jangan-ada-timbun-sembako/
“LPG juga, jangan sampai langka. Saya minta Kadis Perdagangan koordinasi dengan Hiswana Migas, awasi seluruh pangkalan, koordinasi dengan pihak keamanan, TNI dan Polri. Kita tidak ingin suasana lebaran masyarakat terganggu karena kelangkaan LPG,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pj Bupati Luwu, mengingatkan kondisi cuaca ekstrem di Luwu diperkirakan masih terjadi hingga akhir.
“Akhir-akhir ini cuaca di Luwu cukup ekstrim sehingga sering terjadi bencana, seperti semalam terjadi gempa, sebelumnya banjir dan longsor, kita masuk zona merah. Berdasarkan prediksi BMKG sampai April masih ada potensi curah hujan tinggi di Luwu. Kami sudah menyurati para camat agar antisipasi cuaca ekstrem, potensi banjir dan longsor bisa saja terjadi lagi,” ungkapnya.
“Terakhir saya ingatkan terkait pelayanan kesehatan. Puskesmas dan rumah sakit, tetap memberikan pelayanan di waktu libur lebaran, tugasnya Dinas Kesehatan mengatur penugasan perawat dan dokter,” tegasnya.
Ketua DPRD Luwu, Rusli Sunali, juga menegaskan harga dan stabilitas keamanan. Selain itu, jelang perayaan Idul Fitri, Rusli Sunali, juga mengingatkan agar para camat dan kepala desa mengatur pelaksanaan tempat Sholat Ied. Karena, bisa jadi kata Rusli, pelaksanaan Sholat Ied antara Muhammadiyah dan NU serta pemerintah berbeda hari.
“Ini yang harus dipikirkan pemerintah utamanya tingkat kecamatan dan desa terkait pengaturan tempat ibadah. Takbir keliling pada malam lebaran juga harus dikawal pemerintah dan aparat,” ujarnya.
Kapolres Luwu, AKBP Arisandi, dalam Rakor tersebut, memastikan pengamanan di pusat pertokoan dan pasar, pengamanan di tempat rekreasi, layanan umum seperti SPBU, terminal, pelabuhan, Masjid, jadi prioritas mereka.
“Tindak kriminal pencurian dengan kekerasan dan pemberatan. Baik di jalan atau yang meninggalkan rumah untuk mudik, balapan liar, kita akan jaga. Saya minta, para camat dan kepala desa koordinasi dengan Polsek setempat,” ujarnya.
Sementara, Pabung Luwu, Kapten Suparman, wakili Dandim, mengingatkan bahaya kebakaran. “Kita ingatkan tentang pengamanan rumah dari kebakaran, memeriksa celokan dan tabung gas sebelum mudik,” singkatnya.
Rakor Forkopimda Luwu, adalah yang kedua kalinya selama kurun waktu sebulan terakhir. Peserta berharap, Rakor tersebut aktif dilakukan minimal sebulan sekali.
Baca juga berita di Google News












