Sidrap

Ratusan Pemanah Tradisional se Indonesia Bakal Padati Sidrap September Mendatang

×

Ratusan Pemanah Tradisional se Indonesia Bakal Padati Sidrap September Mendatang

Sebarkan artikel ini
Ratusan Pemanah Tradisional se Indonesia Bakal Padati Sidrap September Mendatang

SIDRAP, sindosulsel.com – Para pemanah tradisional Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) yang tergabung dalam Persatuan Panahan Tradisional (Perpatri) Kabupaten Sidrap di bawah naungan Kormi Sidrap, bersiap melaksanakan lomba panahan tradisional se-Nusantara.

Kegiatan ini merupakan pelaksanaan yang kedua kalinya pada tahun ini.

Penanggung jawab kegiatan, Rais, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

Dalam keterangannya pada Kamis (09/07/2026), ia menyebutkan bahwa Bupati Sidrap telah menyetujui dan siap memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan acara tersebut.

“Kami telah bertemu Bapak Bupati Sidrap dan beliau mengamini serta siap menyokong kegiatan ini. Rencananya acara akan digelar pada bulan September tahun ini,” kata Rais.

Baca Juga : Syaharuddin Alrif Sambut Komunitas Camper Van di Rujab Bupati Sidrap

Ia menambahkan, dengan niat mengulang kesuksesan pada ajang pertama, kali ini pihaknya kembali mengundang para pemanah atau archer dari seluruh penjuru Indonesia untuk berpartisipasi.

Baca  Syaharuddin Alrif Kukuhkan Pengurus Karang Taruna Kecamatan se-Sidrap

Dukungan dari pemerintah setempat serta Perpatri Sulawesi Selatan (Sulsel) semakin mematangkan persiapan acara.

Panitia optimistis kegiatan ini akan kembali menyedot animo masyarakat dan para pegiat olahraga panahan.

“Kita didukung penuh oleh pemerintah setempat dan Perpatri Sulsel. Persiapan kita sudah maksimal. Insyaallah akan banyak pesertanya nanti, seperti pada ajang pertama di mana ratusan pemanah tradisional datang ke Sidrap,” ujarnya.

Baca Juga : Kunjungi Sidrap, Delegasi Malaysia Belajar Pertanian Sekaligus Cicipi Bebek Palekko

Sebagai informasi, perlombaan yang akan digelar adalah horsebow atau panahan tradisional.

Ini merupakan seni memanah menggunakan busur berbahan alami, seperti kayu atau bambu, tanpa dilengkapi alat bidik modern.

Biaya peralatannya yang lebih terjangkau menjadikan panahan tradisional semakin populer, baik sebagai aktivitas pelestarian budaya, sarana rekreasi, maupun olahraga prestasi.