PALOPO, sindosulsel.com – Pemerintah Kota Palopo menggelar diskusi kelompok terpumpun atau focus group discussion (FGD) untuk menghimpun masukan perempuan dan kelompok marginal dalam penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kecamatan Telluwanua.
Kegiatan di Hotel Harapan pada Kamis (24/09/2026) itu dibuka Penjabat Sekretaris Daerah Kota Palopo, Andi Poci.
Ia meminta instansi teknis dan tim penyusun mencermati masukan peserta agar dokumen RDTR sesuai dengan kebutuhan wilayah.
“Kondisi di Telluwanua ini sangat kompleks dan ada beberapa hal mendasar yang harus kita perhatikan bersama,” ujar Andi Poci. Ia menekankan pentingnya menyiapkan materi dan menelaah setiap masukan yang disampaikan dalam forum.
Menurutnya, Telluwanua memiliki potensi pariwisata dan pertanian. Karena itu, kebutuhan kelompok tani, termasuk kelompok tani perempuan, perlu diperhatikan dalam penyusunan tata ruang.
Pembahasan juga mencakup kebutuhan infrastruktur dasar.
Pemkot Palopo menyampaikan rencana pengembangan sistem penyediaan air minum (SPAM) untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air di wilayah utara kota.
Rencana tersebut masih menjadi bagian dari pembahasan tata ruang, sehingga belum dapat disebut sebagai proyek yang telah berjalan.
Melalui FGD ini, pemerintah kota berharap masukan dari berbagai kelompok masyarakat dapat menjadi bahan penyusunan RDTR Telluwanua.












