SIDRAP, sindosulsel.com – Program hilirisasi riset Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) untuk digitalisasi tata kelola sampah mencapai progres 80 persen.
Program ini mengintegrasikan model Rais-MR3 dengan layanan pengangkutan sampah terjadwal di TPS3R Rappang Bersinar, Kelurahan Rappang, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidrap.
Ketua tim peneliti, Assoc. Prof. Muhammad Rais Rahmat Razak, mengatakan timnya sedang menyiapkan laporan kemajuan dan mematangkan sejumlah luaran penelitian.
“Alhamdulillah sekarang ini sudah masuk tahapan 80 persen. Kami sedang mempersiapkan laporan kemajuan untuk pelaporan ke Direktorat Hilirisasi. Ada beberapa luaran wajib yang sedang kami persiapkan,” kata Rais saat dikonfirmasi, Kamis (24/09/2026).
Menurut Rais, tim telah menyelesaikan 10 luaran dari tiga fase penelitian pada tahun pertama. Dokumennya kini memasuki tahap finalisasi.
Tim juga sedang menyiapkan dokumen terkait paten sederhana untuk strategi teknologi yang dikembangkan bagi tata kelola TPS3R.
“Bagaimana kita membuat strategi teknologi untuk bisnis TPS3R ini supaya apa yang menjadi riset kami betul-betul bisa dimanfaatkan di TPS3R,” ujarnya.
Luaran lainnya berupa artikel ilmiah yang, menurut Rais, telah dikirimkan untuk publikasi internasional dan masih dalam proses peninjauan.
“Untuk publikasi internasional bereputasi juga sudah kami proses. Sekarang under review, sudah kami submit ke Springer yang memang khusus untuk tata kelola sampah,” katanya.
Tim peneliti turut mengembangkan aplikasi digital untuk mendukung penerapan model Rais-MR3, termasuk penjadwalan layanan pengangkutan sampah.
Rais mengatakan aplikasi itu dirancang agar prinsip-prinsip model tersebut dapat diterapkan dalam kegiatan operasional TPS3R.
“Dengan aplikasi itu nanti prinsip-prinsip dari Rais-MR3 betul-betul tergambar. Termasuk layanan yang terjadwal,” ujarnya.
UMS Rappang sebelumnya memperkenalkan inovasi Pappulung Aroppoe sebagai bagian dari pengembangan layanan pengangkutan sampah berbasis aplikasi di TPS3R Rappang Bersinar.
Rais berharap hasil penelitian dapat digunakan secara berkelanjutan oleh pengelola TPS3R dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Ia menyebut program tersebut dirancang berlangsung selama tiga tahun, dengan pengembangan lanjutan pada tahun kedua dan ketiga.
Program bertajuk Hilirisasi Tata Kelola Digital TPS3R Mitra Formasi Mallomo melalui Penguatan Model Rais-MR3 untuk Layanan Sampah Terjadwal memperoleh pendanaan melalui Program Hilirisasi Riset Prioritas Tahun Anggaran 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Selain Rais, tim peneliti terdiri atas Sandi Lubis, Aksal Mursalat, Muhammad Bibin, Hakzah, Ir. Untung Suwardoyo, dan Abdul Jabbar.












