Sidrap

Rp75 Miliar Ubah Lahan Tidur Jadi Sawah Produktif di Panca Lautang

×

Rp75 Miliar Ubah Lahan Tidur Jadi Sawah Produktif di Panca Lautang

Sebarkan artikel ini
Rp75 Miliar Ubah Lahan Tidur Jadi Sawah Produktif di Panca Lautang

SINDOSULSEL.COM, Sidrap – Perubahan besar tengah berlangsung di Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Berkat suntikan dana sebesar Rp75 miliar, lahan-lahan kering di Desa Wanio dan Wanio Timoreng kini disulap menjadi areal persawahan yang produktif.

Upaya ini menjadi bagian dari program peningkatan ketahanan pangan yang mengoptimalkan lahan tidur agar bisa mendukung kebutuhan pangan daerah.

Menurut Kepala Desa Wanio Timoreng, Syamsuddin, wilayahnya memiliki 472 hektare lahan non-rawa. Hingga saat ini, sebanyak 41,70 hektare telah berhasil diubah menjadi sawah baru.

Di Desa Wanio, 435 hektare sawah kering juga sedang dalam proses optimalisasi, yang akan menjadikan kawasan ini sebagai salah satu sentra produksi padi terbesar di Panca Lautang.

Bupati Sidrap, Syaharuddin, dalam keterangannya, menekankan pentingnya penguatan pertanian berbasis desa. Salah satu langkah yang dilakukan yakni membentuk brigade pangan yang berfungsi mempercepat pengolahan lahan dan peningkatan produktivitas.

Saat ini, di Desa Wanio Timoreng telah terbentuk dua brigade pangan yang masing-masing menangani 200 hektare lahan. Setiap brigade mendapatkan alokasi dana Rp3 miliar.

Baca  Pemkab Sidrap Bantah Isu 70 Persen Petani Gagal Panen

Secara total, terdapat 13 brigade pangan di Panca Lautang, dengan dukungan anggaran senilai Rp39 miliar yang digunakan untuk pengadaan alat dan mesin pertanian modern.

“Brigade pangan ini seperti pasukan tempur di dunia pertanian. Mereka bergerak cepat dengan dukungan teknologi,” ungkap Syamsuddin pada Kamis (19/06/2025).

Dari sisi infrastruktur, penguatan sistem pengairan turut menjadi perhatian.

Sebanyak 18 kelompok tani di Wanio Timoreng kini menggunakan 48 titik sumur bor untuk pengairan. Selain itu, jaringan listrik kini telah masuk ke kawasan pertanian yang sebelumnya tidak teraliri.

Pemerintah daerah juga mengalokasikan Rp600 juta untuk perbaikan Bendung Wettee, yang merupakan sumber irigasi utama bagi area persawahan di wilayah ini.

Program ini mendukung visi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk mencapai swasembada pangan berbasis desa. Setiap desa dan kelurahan di provinsi ini menerima alokasi dana Rp3 miliar untuk memperkuat kemandirian pangan.

Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah dan kelompok tani, lahan-lahan yang sebelumnya terbengkalai kini menjadi penggerak ekonomi baru di Panca Lautang, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Sidrap. (