SINDOSULSEL.COM, Luwu – Bupati Luwu, H. Patahudding, menyampaikan pesan moral yang keras, lugas, dan sarat makna kepada jajaran pejabat daerah usai melantik Muh. Rudi sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Luwu.
Uniknya, pelantikan tersebut tidak digelar di ruang resmi pemerintahan, melainkan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tallang Bulawang, Kecamatan Bajo, Jumat (19/12/2025).
Pemilihan lokasi TPA bukan tanpa alasan. Bupati Patahudding menegaskan bahwa tempat tersebut sengaja dipilih sebagai simbol dan pesan moral bagi para pejabat agar tidak mengkhianati amanah jabatan.
“Kenapa kami mengambil tempat di sini? Ini sebenarnya pesan moral kepada para pejabat daerah Kabupaten Luwu,” ujar Patahudding.
“Bagaimana ke depan lingkungan bisa terjaga, bisa bersih, bisa sehat, sehingga masyarakat dan anak-anak Luwu juga bisa sehat,” sambung Patahudding.
Baca Juga : Beri Teladan, Bupati Luwu Patahudding Ambil Langsung Rapor Anak di SMAN 12
Menurutnya, lingkungan yang bersih akan berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat.
Karena itu, pelantikan pejabat daerah di TPA menjadi pengingat bahwa jabatan bukan kehormatan kosong, melainkan tanggung jawab besar terhadap rakyat.
Dalam pernyataannya, Bupati Luwu bahkan menyampaikan peringatan tegas kepada pejabat yang tidak menjalankan amanah dengan baik.
“Pesan kedua adalah ini amanah yang akan kita jalankan. Salah menjalankan amanah, bisa-bisa Bapak lebih busuk dari sampah-sampah yang ada sekarang,” tegasnya.
Ia berharap Plt Sekda yang baru dilantik dapat menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan, ketulusan, dan dedikasi, serta benar-benar hadir untuk melayani masyarakat.
“Mudah-mudahan yang kita lantik hari ini bisa menjadi amanah, bisa melayani masyarakat Kabupaten Luwu dengan sebaik-baiknya, ikhlas dan tulus, menjalankan fungsi dan tugasnya, bahkan mengabdi kepada bangsa, negara, dan daerah,” lanjut Patahudding.
Pelantikan ini juga menjadi pelantikan pejabat daerah pertama yang dilakukan Bupati Patahudding setelah dirinya resmi dilantik.
Ke depan, Bupati Luwu membuka kemungkinan pelantikan pejabat dilakukan secara tematik, menyesuaikan dengan tugas dan fungsi masing-masing jabatan.
“Ke depannya kemungkinan kami memilih tempat-tempat lain. Artinya pelantikannya tematik. Bisa saja Kepala Dinas Pertanian kita lantik di tengah sawah, atau pejabat lain sesuai fungsi dan jabatannya,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa Kabupaten Luwu harus dibangun dengan semangat kebersihan yang menyeluruh, tidak hanya lingkungan, tetapi juga hati, pikiran, dan perilaku aparatur pemerintah.
“Kabupaten Luwu saya harapkan ke depan betul-betul bersih. Bersih lingkungannya, bersih hatinya, masyarakatnya, dan pegawainya. Tapi itu harus diawali dari para pejabatnya, mulai dari Bupati, Wakil Bupati, hingga seluruh perangkat daerah,” tandasnya.
Menjawab pertanyaan wartawan terkait pesan khusus kepada Plt Sekda yang baru dilantik, H Patahudding, menegaskan pentingnya peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan publik.
“Saya sudah sampaikan, jalankan tugas dan amanah dengan sebaik-baiknya. Maksimalkan pelayanan kepada masyarakat, jalankan fungsi dengan optimal, dan upayakan lebih bagus, lebih baik dari pejabat-pejabat sebelumnya,” ujarnya.
Menurut Patahudding , tidak akan ada kemajuan jika seorang pejabat tidak mampu melampaui kinerja para pendahulunya.
“Tidak ada peningkatan kalau dia tidak lebih baik dari pejabat sebelumnya. Mudah-mudahan bisa membawa perubahan,” pungkasnya.
Pelantikan di TPA bukan sekadar simbol, melainkan pengingat bahwa jabatan publik adalah amanah moral, bukan sekadar kekuasaan administratif.
Ketika amanah dikhianati, jabatan justru berubah menjadi beban dan aib bahkan “lebih busuk dari sampah” yang seharusnya dikelola dengan tanggung jawab.












