SINDOSULSEL.COM, Bone – Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Satlantas Polres Bone mengeluarkan imbauan tegas guna mengantisipasi maraknya aksi balap liar dan penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis (brong).
Langkah ini diambil demi menjamin keselamatan pengguna jalan serta menjaga ketertiban umum di wilayah hukum Kabupaten Bone.
Kasat Lantas Polres Bone AKP Musmulyadi menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan toleransi bagi siapa pun yang nekat menjadikan jalan raya sebagai arena balapan ilegal.
Penindakan akan difokuskan terutama pada waktu subuh dan setelah salat tarawih. Pihak kepolisian telah memetakan sejumlah lokasi rawan yang berpotensi menjadi ajang balapan untuk dikontrol secara ketat.
“Kami sudah membentuk tim selama bulan suci Ramadan. Tidak ada tawar-menawar bagi pelaku balap liar yang terbukti melakukan pelanggaran,” ungkap AKP Musmulyadi saat bertemu awak media pada Selasa (17/02/2026) pagi.
Penindakan akan dilakukan secara tegas dengan merujuk pada Pasal 297 UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).
Dijelaskan pula pada Selasa (17/02/2026) bahwa pelanggar terancam konsekuensi hukum berupa pidana kurungan hingga 1 tahun atau denda maksimal sebesar Rp3.000.000.
Selain balap liar, penggunaan knalpot brong yang memicu kebisingan juga menjadi target operasi.
Jika ditemukan pelanggaran, polisi akan mewajibkan pelanggar untuk membongkar knalpot tersebut di tempat untuk kemudian disita oleh pihak kepolisian demi menjaga kekhusyukan suasana Ramadan.
AKP Musmulyadi juga menitipkan pesan khusus kepada para orang tua agar lebih proaktif mengawasi pergaulan dan aktivitas anak-anak mereka, khususnya pada malam hari hingga menjelang waktu subuh.
Peran orang tua dinilai sangat krusial agar anak-anak tidak menggunakan sepeda motor untuk kegiatan ilegal yang membahayakan nyawa.
Masyarakat diimbau untuk berperan aktif dalam menjaga ketertiban dengan melaporkan segala bentuk gangguan yang meresahkan.
Dengan sinergi antara polisi dan warga, diharapkan tercipta suasana Ramadan yang damai, nyaman, dan aman tanpa gangguan raungan knalpot maupun aksi balapan liar.












