LUWU, sindosulsel.com — Sebanyak 17 kejadian bencana tercatat di Kabupaten Luwu sepanjang Agustus 2026 berdasarkan data Sistem Analisis Data dan Laporan Kejadian Bencana Provinsi Sulawesi Selatan (Si-Andalan).
Menurut data Si-Andalan periode Agustus 2026, kejadian bencana di Kabupaten Luwu menunjukkan kebakaran hutan dan lahan menjadi kejadian paling dominan.
Tercatat 12 kejadian kebakaran hutan dan lahan, atau sekitar 70,6 persen dari total kejadian bencana selama bulan tersebut.
Selain itu, terdapat dua kejadian kebakaran, satu kekeringan, satu angin kencang, dan satu kejadian yang masuk kategori lainnya.
Dengan demikian, lebih dari dua pertiga catatan kejadian bencana di Kabupaten Luwu pada Agustus merupakan kebakaran hutan dan lahan.
Kebakaran Lahan Tersebar di Sejumlah Kecamatan
Data tersebut menunjukkan kebakaran hutan dan lahan terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Luwu.
Kecamatan Bua menjadi wilayah dengan catatan kebakaran hutan dan lahan terbanyak dalam data tersebut, yakni empat kejadian. Selanjutnya Bajo Barat mencatat tiga kejadian dan Ponrang dua kejadian.
Masing-masing satu kejadian tercatat di Kecamatan Suli, Bua Ponrang, dan Lamasi.
Beberapa lokasi juga muncul lebih dari sekali dalam catatan SI-Andalan. Kelurahan Padang Kalua, misalnya, tercatat mengalami kejadian kebakaran hutan dan lahan pada 7 dan 23 Agustus 2026.
Sementara itu, dua kejadian dengan kategori kebakaran tercatat di Lamasi Selatan dan Bajo. Kejadian kekeringan tercatat di Belopa, sedangkan angin kencang tercatat di Bajo Barat.
Catatan tersebut memberikan gambaran bahwa kebakaran hutan dan lahan menjadi persoalan yang paling menonjol dalam data kejadian bencana di Luwu selama Agustus.












