SINDOSULSEL.COM, Sidrap – Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali menegaskan posisinya sebagai lumbung pangan strategis di Indonesia timur.
Hingga awal Mei 2025, Perum Bulog Cabang Sidrap mencatatkan penyerapan beras sebanyak 63.058 tonnangka yang menunjukkan progres signifikan dari total target nasional sebesar 76.277 ton.
Kepala Bulog Cabang Sidrap, Simon Melki Sedek Lakapu, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kolaborasi erat antara pemerintah daerah, mitra penggilingan, serta unsur TNI dan Polri.
“Alhamdulillah, penyerapan ini menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan. Semua berkat sinergi antara Pemkab Sidrap, aparat keamanan, dan para mitra penggilingan,” ujar Simon saat ditemui di ruang kerjanya
Dalam kurun waktu tiga bulan, progres kita mencapai lebih dari 80 persen dari target nasional,” sambungnya , Selasa (6/5/2025).
Keberhasilan ini tak lepas dari potensi pertanian yang dimiliki Sidrap. Dengan luas area sawah yang produktif, sistem irigasi yang tertata, serta intensitas panen yang tinggi yakni dua hingga tiga kali dalam setahun Sidrap terus menyumbang pasokan beras tidak hanya untuk Sulawesi Selatan, tapi juga untuk kawasan timur Indonesia, termasuk Papua, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku.
Bupati Apresiasi Hadirnya Pasukan Amal Sholeh di Sidrap
“Sidrap bukan hanya lumbung pangan Sulsel, tapi juga menjadi penyangga utama stok beras untuk wilayah timur Indonesia.
Maka dari itu, menjaga kesinambungan produksi sangat penting, termasuk dengan memastikan stabilitas harga dan dukungan terhadap petani,” tambah Simon.
Namun demikian, ia juga menyoroti pentingnya penguatan infrastruktur sebagai langkah strategis ke depan. Terutama dalam hal kapasitas gudang penyimpanan, agar hasil panen yang tinggi bisa terkelola dengan baik.
“Kami berharap ke depan ada peningkatan kapasitas gudang. Saat ini, kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar Sidrap tidak hanya menjadi pusat produksi, tapi juga pusat distribusi beras berskala nasional,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Sidrap sendiri menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung upaya swasembada pangan nasional. Berbagai kebijakan strategis telah dijalankan, mulai dari subsidi benih dan pupuk, bantuan alat mesin pertanian (alsintan), hingga pembinaan langsung ke kelompok tani.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sidrap, dalam keterangannya, juga menegaskan bahwa pemerintah terus memperkuat program ketahanan pangan daerah.
“Kami berupaya memastikan petani mendapat dukungan penuh dari hulu hingga hilir. Target kami bukan hanya produksi tinggi, tapi juga kesejahteraan petani dan kestabilan harga gabah,” ungkapnya.
Dengan tren positif ini, Sidrap diyakini akan terus memainkan peran vital dalam menjaga ketahanan pangan nasional, khususnya dalam memenuhi kebutuhan beras domestik di tengah dinamika iklim dan pasar global.












