SIDRAP, sindosulsel.com – Turnamen sepak bola terbesar di wilayah Ajatappareng, yakni Sidrap Cup 2026, akhirnya resmi bergulir kembali.
Ajang kompetisi bergengsi ini dibuka secara langsung oleh Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, di Stadion Ganggawa pada hari Rabu (03/06/2026), yang pelaksanaannya diawali dengan sebuah laga eksibisi yang menarik perhatian penonton.
Turnamen berskala besar ini dimeriahkan oleh kehadiran 24 tim sepak bola terbaik dari berbagai daerah.
Tidak hanya didominasi oleh klub-klub lokal asal Kabupaten Sidrap, peserta turnamen juga datang dari berbagai wilayah tetangga, mulai dari Kota Makassar, Parepare, Kabupaten Wajo, Soppeng, Bone, hingga perwakilan dari Provinsi Sulawesi Barat.
Menyikapi bergulirnya kompetisi ini, Ketua Askab PSSI Sidrap, Abdul Rahman, menyampaikan apresiasinya.
Anggota DPRD Sidrap dari Fraksi NasDem tersebut mengungkapkan bahwa Sidrap Cup menjadi momentum yang sangat penting.
Kehadiran turnamen ini dinilai mampu menghidupkan kembali atmosfer persepakbolaan di Bumi Nene Mallomo yang diketahui sempat mengalami fase vakum selama kurang lebih enam tahun lamanya.
Menurut Abdul Rahman, turnamen ini merupakan bagian dari langkah strategis untuk membangkitkan kembali masa kejayaan sepak bola di Kabupaten Sidrap.
Ia pun memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidrap terhadap upaya pengembangan sektor olahraga, khususnya pada cabang sepak bola.
Sejalan dengan hal tersebut, Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, dalam kata sambutannya turut menegaskan bahwa Sidrap Cup bukan sekadar ajang unjuk kebolehan atau kompetisi semata.
Lebih dari itu, turnamen ini diproyeksikan sebagai titik awal kebangkitan prestasi persepakbolaan daerah.
Ia juga tidak lupa mengungkapkan rasa bangga dan apresiasinya atas sederet pencapaian yang berhasil ditorehkan oleh jajaran Askab PSSI Sidrap dalam beberapa waktu belakangan.
“Ini menjadi awal kebangkitan sepak bola Sidrap. Tahun lalu, Askab PSSI Sidrap mampu mengantarkan tim menjadi juara Liga Gubernur Sulawesi Selatan 2025. Prestasi ini menunjukkan bahwa potensi sepak bola Sidrap sangat besar dan harus terus didukung,” ujar Syaharuddin disambut tepuk tangan penonton.
Lebih jauh, Syaharuddin menyatakan rasa optimismenya bahwa kontingen sepak bola Kabupaten Sidrap akan mampu berbicara banyak serta bersaing ketat pada pergelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan yang rencananya akan diselenggarakan di Bone dan Wajo.
Ia mematok target dan harapan tinggi agar tim sepak bola Sidrap minimal mampu menembus posisi tiga besar.
Sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendukung pengembangan ekosistem olahraga, Pemkab Sidrap berencana melakukan pembenahan sarana dan prasarana di Stadion Ganggawa secara bertahap.
Namun, ia tidak menampik bahwa kebutuhan anggaran renovasi yang terbilang cukup besar masih menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah.
“Perbaikan tribun membutuhkan anggaran sekitar Rp7 hingga Rp10 miliar. Secara keseluruhan, kebutuhan pembenahan stadion bisa mencapai Rp15 miliar. Namun saat ini pemerintah masih memprioritaskan pembangunan dan perbaikan jalan di desa-desa karena masih banyak infrastruktur krusial yang harus diselesaikan,” jelasnya memberikan pemahaman kepada publik.
Kendati dihadapkan pada keterbatasan prioritas anggaran, Syaharuddin menjamin bahwa rencana renovasi stadion akan tetap menjadi salah satu fokus perhatian utama pemerintah daerah.
Ia sangat berharap pada penganggaran tahun-tahun mendatang, akan tersedia pos alokasi dana yang memadai sehingga proyek revitalisasi Stadion Ganggawa dapat segera direalisasikan secara optimal.
Dengan kembali berputarnya roda kompetisi Sidrap Cup setelah enam tahun terhenti, masyarakat luas menaruh harapan besar agar turnamen ini dapat benar-benar menjadi tonggak kebangkitan sepak bola di Kabupaten Sidrap.
Selain itu, kompetisi ini juga diharapkan mampu menjadi wadah lahirnya bibit-bibit pemain muda berbakat yang kelak akan mengharumkan nama daerah, baik di kancah provinsi maupun nasional.












