SINDOSULSEL.COM, Makassar – Momentum Ramadan 1447 H menjadi panggung penting bagi penguatan fondasi karakter anak bangsa di Sulawesi Selatan.
Dalam sebuah acara buka puasa bersama yang penuh kehangatan, para pemimpin daerah dan tokoh masyarakat berkumpul untuk menegaskan kembali bahwa masa depan Indonesia sangat bergantung pada apa yang diajarkan di ruang kelas pendidikan anak usia dini (PAUD).
Acara yang diinisiasi oleh keluarga besar Kidsstar Dunia Harapan School dan Hoplin Preschool ini berlangsung di Graha Boulevard Summarecon Mutiara Makassar pada Sabtu (7/3/2026).
Sekda Sulsel Jufri Rahman Raih Doktor Terbaik IPDN
Tidak hanya sekadar seremoni, kegiatan ini juga menjadi ajang berbagi kebahagiaan bersama puluhan anak panti asuhan dan kaum dhuafa.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, yang hadir mendampingi Ketua DWP Sulsel Melani Simon Jufri, memberikan sorotan khusus pada peran strategis PAUD.
Dia meyakini bahwa kecerdasan intelektual saja tidak cukup tanpa landasan etika yang kuat.
“Untuk melihat masa depan bangsa, maka lihatlah pada pendidikan usia dini dan pendidikan dasar. Kita harap anak-anak sejak dini ditanamkan nilai dasar, dengan mengajarkan budi pekerti, sopan santun, dan etika,” ujar Jufri dalam sambutannya.
Bupati Sidrap Boyong Pejabat Daerah Buka Puasa Bersama Warga Pitu Riase
Dukungan senada datang dari Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Dia menilai kehadiran lembaga pendidikan seperti Hoplin Preschool merupakan langkah nyata dalam mempersiapkan sumber daya manusia unggul demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Perwakilan Yayasan Dunia Anak Makassar, Andi Timo Pangeran menambahkan bahwa sekolah bukan sekadar tempat belajar akademik, melainkan ekosistem untuk tumbuh dengan nilai-nilai kebaikan melalui metode bermain yang bermakna.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh deretan tokoh penting, di antaranya Andi Ina Kartika Sari (Bupati Barru), Melinda Aksa (Ketua TP PKK Makassar), dan Kepala BNN Sulawesi Selatan.
Melalui kolaborasi antara pendidikan berkualitas dan kepedulian sosial, acara ini menjadi pengingat bahwa membangun generasi berakhlak adalah tanggung jawab kolektif dimulai dari perhatian kita pada anak-anak usia dini di hari ini. (*)












