PolitikSulsel

Survei IPI Jelang Pilgub Sulsel, ASS-Fatma Makin Melejit

×

Survei IPI Jelang Pilgub Sulsel, ASS-Fatma Makin Melejit

Sebarkan artikel ini
Survei IPI Jelang Pilgub Sulsel, ASS-Fatma Makin Melejit
Direktur PT IPI, Suwadi Idris Amir saat merilis hasil surveinya di acara dialog politik bersama pengamat politik dari Unibos, Arief Wicaksono dan pengamat psikologi politik UNM, Muhammad Rhesa di Kafe Baji, Manggala, Makassar, Senin (12/8/2024).

SINDOSULSEL.COM, Makassar – Menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel, November 2024 mendatang, elektabilitas pasangan calon Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi (ASS-Fatma) semakin mendominasi dari para pesaingnya.

Hal tersebut tergambar dalam hasil survei yang dilakukan Lembaga Survei Indeks Politica Indonesia (IPI) yang kembali merilis survei terbarunya terkait elektabilitas kandidat Pilgub Sulsel.

Direktur PT IPI, Suwadi Idris Amir mengemukakan, elektabilitas Andi Sudirman Sulaiman unggul sangat jauh dengan 46 persen.

Di tempat kedua Ilham Arief Sirajuddin dengan 19 persen. Disusul Ramdhan Pomanto 11,6 persen, Taufan Pawe 3,3 persen, Komjen H. Syarifuddin Kambo, 0,2 persen. Sedang responden yang tidak menjawab/tidak tahu ada 19,8 persen.

Survei tersebut dilakukan pada 4-10 Agustus 2024, dan mencoba melakukan pemetaan popularitas, akseptabilitas serta elektabilitas figur yang dinilai memiliki potensi untuk ikut berkompetisi dalam kontestasi Pilgub Sulsel.

Menurut Suwadi, survei ini juga memotret kecenderungan perilaku pemilih dalam perspektif, gender, usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, penghasilan, preferensi agama, afiliasi ormas dan preferensi suku dan lain-lain.

“Nama Andi Sudirman menjadi Top of Mind dengan angka 24,8 persen. Ilham Arief Sirajuddin 11 persen, sedang Moh Ramdhan Pomanto hanya 6,8 persen, Indah Putri 4 persen, Andi Iwan Aras 1,4 persen, Taufan Pawe 0,9 persen dan Mayjend M. Bau Sawa Mappanyukki 0,1 persen. Respnden yang tidak menjawab 48,3 persen.

Dalam survei terkait popularitas, Andi Sudirman Sulaiman jauh meninggalkan kandidat lain. Popularitas Andi Sudirman bertengger di 81 persen. Sedang Moh Ramdhan Pomanto 56,5 persen, Fatmawati Rusdi 63 persen, Ilham Arif Sirajuddin 61 persen, Indah Putri 38 persen, Taufan Pawe 33,7 persen dan Komjen Syarifuddin Kambo 6,8 persen.

“Pada tingkat kesukaan (akseptabiltas), Andi Sudirman kembali unggul jauh dengan 78,9 persen, Fatmawati Rusdi 60,8 persen, Ilham Arief 56,5 persen dan Ramdhan Pomanto 49,9 persen,” bebernya dalam dialog politik sekaligus merilis hasil survei kandidat di Makassar, Senin (12/8/2024).

PT IPI juga melakukan simulasi 3 kandidat yakni, Andi Sudirman Sulaiman tak terkejar dengan 54,6 persen. Moh Ramdhan Pomanto 17,5 persen, Komjen Syarifuddin 1 persen. Sedang yang tidak menjawab/tidak tahu 26,9 persen.

“Hasil simulasi dua nama, juga masih tetap dipegang Andi Sudirman Sudirman, unggul telak dengan angka 57 persen. Sementara Danny 19,2 persen dan responden yang tak menjawab sebanyak 23,8 persen,” kata Suwadi.

Sementara jika simulasi tiga pasang, Andi Sudirman-Fatmawati Rusdi unggul 51, 8 persen. Disusul Ilham Arief Sirajuddin-Tamsil Linrung 16 persen dan Ramdhan Pomanto-Azhar Arsyad 14,6 persen, adapun responden yang tak menjawab ada 17,6 persen.

“Pada simulasi dua pasang calon, Andi Sudirman-Fatmawati Rusdi melejit dengan 59,4 persen. Sementara Danny Pomanto-Azhar Arsyad 20,1 persen dan responden yang tidak menjawab ada 20,5 persen,” ungkapnya.

Dari hasil survei ini terpotret Andi Sudirman Sulaiman unggul jauh dibanding kandidat lainnya.

“Tingginya elektabilitas Andi Sudirman dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain karena dia adalah petahana, kepuasan publik terhadap kinerja yang dipimpin Andi Sudirman sebelumnya dan basis suara yang mengakar di seluruh wilayah Sulsel,” bebernya.

Suwadi menyebutkan, tingginya elektabilitas pasangan ASS-Fatma juga disebabkan karena telah bergerak lama dan telah mengklaim didukung beberapa partai besar seperti, Partai Nasdem, Demokrat, Gerindra, Golkar, PAN, PSI, dan Hanura, begitu juga PKS juga digadang-gadang bergabung dalam koalisi ini.

“Salah satu faktornya adalah karena pasangan ini sudah bergerak lebih dulu dan memastikan kendaraan politiknya, sementara pasangan lain yakni Danny-Azhar masih menunggu kepastian partai pengusung yakni PDI Perjuangan, PKB dan PPP,” ujarnya.

Namun demikian, dia menjamin kondisi tersebut bisa berubah jika pasangan Danny-Azhar sudah memastikan kendaraan politiknya dan fokus bekerja menghadapi Pilgub Sulsel.

“Saya yakin jika sudah fokus bekerja pemenangan dan partai sudah cukup, kondisinya pasti berbeda, ini karena belum bekerja saja di lapangan jadi pasangan ASS-Fatma sangat dominan,” tukasnya.

Pengumpulan data survei ini merupakan populasi seluruh warga negara Indonesia di Provinsi Sulawesi Selatan yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling. Dalam survei ini jumlah sampel basis sebanyak 1440 orang berasal dari seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Selatan yang terdistribusi secara proporsional.

Metode yang digunakan adalah metode simple random sampling, yang memiliki toleransi kesalahan (margin of error–MoE) sekitar ±3,8 persen pada tingkat kepercayaan 95,0 persen. (*)