INTERNASIONAL, sindosulsel.com – Dua raksasa sepak bola beda benua, Brasil dan Maroko, harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 1-1 dalam laga pembuka Grup C ajang FIFA World Cup 2026.
Pertandingan sengit yang dipenuhi aksi jual beli serangan tersebut digelar di hadapan puluhan ribu pasang mata yang memadati stadion di New York New Jersey, pada hari Minggu (14/06/2026).
Tim nasional Maroko yang berstatus sebagai negara Afrika pertama penembus semifinal pada edisi Qatar 2022, sukses mengejutkan skuad Selecao terlebih dahulu.
Berawal dari visi bermain yang cemerlang, Brahim Diaz mengirimkan umpan terobosan matang yang berhasil membelah barisan pertahanan Brasil.
Bola tersebut dieksekusi dengan ketenangan tingkat tinggi oleh Ismael Saibari yang melambungkan bola melewati terjangan kiper Alisson Becker pada menit ke-21.
Namun, keunggulan skuad Singa Atlas tersebut tidak bertahan lama. Berawal dari umpan Bruno Guimaraes di area kiri luar kotak penalti, Vinicius Jr memotong ke dalam dan melepaskan tembakan keras kaki kanan yang merobek jala gawang tanpa mampu dijangkau oleh kiper Yassine Bounou pada menit ke-32.
Berkat penampilan gemilangnya, penyerang sayap Real Madrid tersebut dinobatkan sebagai Player of the Match.
Menariknya, gol penyeimbang ini mencatatkan sebuah rekor baru.
Ini menjadi momen pertama kalinya gol Vinicius Jr gagal memberikan kemenangan bagi timnas Brasil, setelah pada delapan pertandingan sebelumnya gol sang pemain selalu berujung pada kemenangan tim.
Sepanjang sisa waktu normal, kedua kiper tampil luar biasa sebagai benteng terakhir pertahanan. Menjelang turun minum, Lucas Paqueta nyaris membalikkan keadaan lewat tendangan akrobatik, namun Bounou tampil tangguh menepis bola.
Penjaga gawang veteran Maroko itu kembali mengagalkan peluang berbahaya dari Raphinha di babak kedua.
Di kubu seberang, Alisson tampil krusial pada masa injury time dengan memblokade tendangan jarak jauh Neil El Aynaoui serta menggagalkan sepakan rebound Ayoube Amaimouni secara refleks.
Menanggapi hasil seri ini, pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, tak menutupi rasa kekecewaannya. Ia secara terbuka mengakui bahwa timnya mengawali laga dengan sangat buruk.
“Saya sedikit khawatir karena kami kehilangan banyak duel dan penguasaan bola. Di babak pertama, kami sangat kesulitan lepas dari tekanan mereka. Apakah saya puas? Tentu tidak, saya mengharapkan awal yang lebih baik. Namun Maroko adalah tim yang bagus, dan kini kami harus fokus pada pertandingan berikutnya,” tegas pelatih asal Italia tersebut, seperti dikutip langsung dari Fifa.
Sementara itu, bek Brasil, Danilo, menilai hasil imbang ini cukup adil karena skuadnya baru bisa menekan balik di babak kedua.
Ia menyayangkan kurangnya ketajaman (clinical) lini depan saat mendapatkan berbagai peluang emas untuk mencetak gol tambahan.
Dengan hasil ini, Maroko dan Brasil untuk sementara waktu harus saling berbagi posisi puncak di klasemen Grup C dengan raihan satu poin.
Mereka masih menanti persaingan perebutan poin penuh dari dua negara pesaing lainnya di grup yang sama, yakni Skotlandia dan Haiti yang belum bertanding.












