SINDOSULSEL.COM, Sidrap – Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif melaksanakan salat Tarawih pertama menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Agung Sidrap, Kelurahan Lakessi, Kecamatan Maritenggae.
Ibadah yang menandai awal puasa ini berlangsung khusyuk pada Rabu (18/02/2026).
Turut hadir mendampingi Bupati dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Sidrap Andi Rahmat Saleh, Ketua DPRD Sidrap Takyuddin Masse, Dandim 1420/Sidrap, Letkol Inf Andi Zulhakim Asdar, Kapolres Sidrap, AKBP Fantry Taherong, serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan staf lingkup pemerintah Kabupaten Sidrap.
Mengawali sambutannya, Bupati Sidrap mengajak seluruh jemaah untuk senantiasa memanjatkan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan Allah SWT untuk kembali bertemu dengan bulan mulia ini.
“Marhaban Ya Ramadan, selamat menyambut bulan suci Ramadan, bulan yang penuh berkah dan ampunan-Nya. Mari kita terus berusaha memperbaiki kehidupan kita menjadi lebih baik,” ujar Syaharuddin.
Ia menekankan bahwa bulan Ramadan sebaiknya dijadikan momentum untuk melakukan introspeksi diri, merencanakan kehidupan yang lebih baik, memperkuat silaturahmi, serta menjalin kerja sama yang utuh dan holistik antar sesama warga.
Selain pesan keagamaan, Syaharuddin juga merefleksikan perjalanan kepemimpinannya.
Ia menyoroti fokus pemerintah daerah pada penguatan sinergi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), peningkatan kegiatan keagamaan dan adat istiadat, serta kolaborasi erat antara umara, ulama, dan masyarakat.
“Sejumlah indikator pembangunan menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sidrap meningkat menjadi 70,59 poin, tertinggi dalam tujuh tahun terakhir. Cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan juga naik signifikan hingga mencapai 99 persen, dari sebelumnya berada pada peringkat bawah di Sulawesi Selatan,” paparnya.
Perbaikan kinerja juga terlihat di sektor pendidikan dengan menurunnya angka anak putus sekolah.
Sementara itu, sektor pertanian mencatatkan lonjakan prestasi yang membanggakan. Produksi beras di Sidrap meningkat dari 259 ribu ton menjadi 326 ribu ton.
“Produksi gabah kita naik dari 534 ribu ton pada tahun sebelumnya menjadi 679 ribu ton. Nilai ekonominya mencapai sekitar Rp4,6 triliun. Ini adalah pencapaian luar biasa bagi petani kita,” tambahnya.
Syaharuddin juga menyinggung dampak positif lain dari pembangunan, seperti menurunnya angka kriminalitas berdasarkan data kepolisian dan meningkatnya jumlah kendaraan yang mengindikasikan perputaran ekonomi warga.
Menutup sambutannya, Bupati menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada masyarakat jika terdapat kekurangan selama masa kepemimpinannya.
“Jika dalam kebersamaan kita nantinya ada hal-hal yang kurang berkenan, maka saya bersama keluarga menghaturkan permohonan maaf. Mari kita jaga persatuan dan kesatuan untuk mewujudkan Sidrap yang Baldatun Toyyibatun Warabbun Ghafur, SAROMASE Sidenreng Rappang,” tutupnya.












