SINDOSULSEL.COM, Sidrap – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus memacu akselerasi sektor pertanian demi mendukung program ketahanan pangan.
Komitmen ini ditegaskan secara langsung saat Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, menerima audiensi Kepala Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas 1 Makassar, Rustan Massinai, beserta timnya.
Pertemuan strategis yang membahas percepatan program pertanian modern dan penguatan infrastruktur irigasi guna mendukung swasembada pangan nasional tersebut dilangsungkan di Rumah Jabatan Bupati Sidrap, Jalan Daeng Lanto Pasewang, pada Selasa (31/03/2026).
Dalam pertemuan penting ini, Bupati turut didampingi oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Andi Patahangi, Inspektur Kabupaten Mustari Kadir, Kadis PSDA Andi Safari Renata, serta Kadis Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan Ibrahim.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Syaharuddin Alrif menegaskan bahwa Kabupaten Sidrap selalu siap berada di garis terdepan dalam mendukung visi swasembada pangan yang dicanangkan oleh Presiden dan Menteri Pertanian.
Ia memaparkan rekam jejak keberhasilan daerahnya dalam mendongkrak hasil panen secara signifikan berkat adanya langkah optimalisasi.
“Kami sangat serius menyokong program swasembada pangan. Hasil panen Sidrap pada tahun 2024 mencapai 440.000 ton dengan nilai Rp2,5 triliun. Setelah dilakukan optimalisasi, angka tersebut melonjak signifikan menjadi 667.000 ton dengan nilai ekonomi mencapai Rp4,6 triliun,” papar Syaharuddin Alrif.
Ia menambahkan bahwa dengan adanya dukungan modal dan bantuan berkelanjutan dari kementerian terkait, Sidrap diyakini mampu memberikan kontribusi balik yang jauh lebih besar bagi kedaulatan pangan nasional.
Melalui penerapan program pertanian modern seperti Indeks Pertanaman (IP) 300, optimasi lahan non-rawa, serta program listrik masuk sawah, Pemerintah Kabupaten Sidrap berani mematok target produksi yang jauh lebih ambisius pada tahun ini.
“Kami menargetkan produksi pertanian di Sidrap mencapai 1 juta ton pada tahun 2026. Fokus kami adalah memaksimalkan fungsi PSDA untuk meningkatkan produktivitas dari yang sebelumnya 5–6 ton per hektare menjadi 8–13 ton per hektare,” tegasnya di hadapan jajaran BPLIP.
Merespons pemaparan tersebut, Kepala BPLIP Kelas 1 Makassar, Rustan Massinai, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap transformasi pertanian di Kabupaten Sidrap.
Menurutnya, pembenahan infrastruktur penunjang seperti perbaikan ketersediaan pupuk, jaringan irigasi, dan alat mesin pertanian (alsintan) telah sukses mengubah wajah pertanian Sidrap menjadi jauh lebih modern.
“Dukungan pada tahun 2025 telah membuat Sidrap bertransformasi ke pola tanam, panen, hingga hilirisasi modern. Hal ini mendorong pertumbuhan ekonomi Sidrap menjadi yang tertinggi di Sulawesi Selatan,” ungkap Rustan Massinai.
Di penghujung perbincangan, Rustan juga memaparkan sejumlah target teknis yang akan dikebut untuk wilayah Sulawesi Selatan, termasuk rencana pembangunan 45 unit irigasi tersier, 60 unit irigasi perpompaan (irpom), serta optimasi kawasan lahan rawa dan non-rawa guna menjamin ketersediaan pasokan air bagi para petani.
Pertemuan ini akhirnya ditutup dengan harapan bersama agar program cetak sawah dapat segera terealisasi sepenuhnya.
Pihak BPLIP juga berkomitmen kuat untuk memberdayakan para pengusaha lokal dalam pengerjaan proyek fisik di lapangan agar spesifikasinya kelak dapat menyesuaikan dengan kondisi geografis dan medan di Kabupaten Sidrap.












