SIDRAP, sindosulsel.com – Tim Kewaspadaan Dini di Daerah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) memperkuat koordinasi untuk mendeteksi dan mengantisipasi berbagai potensi gangguan yang dapat memengaruhi keamanan, ketenteraman, dan stabilitas masyarakat.
Langkah tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah di ruang kerjanya, Selasa (06/10/2026).
Rapat mengusung tema “Penguatan Kewaspadaan Dini dalam Mendeteksi, Mencegah, dan Menangani Potensi Ancaman, Gangguan, Hambatan dan Tantangan di Kabupaten Sidenreng Rappang.”
Nurkanaah didampingi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sidrap Muhammad Arsul beserta jajarannya.
Pertemuan turut dihadiri Kasat Intel Polres Sidrap, unsur intelijen Kodim 1420 Sidrap, unsur intelijen Kejaksaan Sidrap, serta instansi terkait lainnya.
Arsul menjelaskan, rapat bertujuan mengidentifikasi perkembangan situasi daerah, menginventarisasi potensi ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan (ATHG), serta meningkatkan koordinasi antaranggota tim.
Baca Juga : Bukan Sekadar Seremoni, HUT ke-81 TNI di Sidrap Dirayakan Bersama Masyarakat
Forum tersebut juga menjadi sarana pertukaran informasi dan analisis terhadap berbagai isu yang berkembang di masyarakat.
Dalam arahannya, Nurkanaah menekankan pentingnya kewaspadaan dan koordinasi seluruh unsur terkait untuk menjaga stabilitas daerah.
“Kewaspadaan dini harus menjadi langkah bersama. Setiap perkembangan yang berpotensi menimbulkan gangguan terhadap keamanan, ketenteraman dan stabilitas daerah perlu dideteksi sejak awal, sehingga dapat segera diantisipasi dan ditangani secara tepat,” ujarnya.
Pembahasan mencakup kondisi umum daerah, perkembangan ATHG, stabilitas politik, ketenteraman dan ketertiban, persoalan sosial kemasyarakatan, ekonomi, narkotika, informasi dan digital, serta potensi bencana.
Pada aspek sosial kemasyarakatan, tim membahas potensi persoalan terkait suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), intoleransi, serta konflik antarkelompok.
Baca Juga : Polres Sidrap Raih Tiga Penghargaan pada Rakernis Bidhumas Polda Sulsel
Sementara itu, perhatian pada bidang informasi dan digital diarahkan terhadap penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi yang dapat mengganggu kondusivitas masyarakat.
Persoalan ekonomi yang dibahas meliputi inflasi, harga kebutuhan pokok, pengangguran, dan kesenjangan.
Tim juga menyoroti peredaran serta penyalahgunaan narkoba.
Nurkanaah berharap pertemuan tersebut menghasilkan langkah antisipasi yang konkret dan rekomendasi sebagai bahan pertimbangan bagi Bupati serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sidrap.
“Yang terpenting adalah bagaimana informasi yang kita miliki dapat ditindaklanjuti dengan langkah yang cepat, terukur dan terkoordinasi, demi menjaga Sidrap tetap aman, kondusif dan sejahtera,” pungkasnya.












