SINDOSULSEL.COM, Makassar – Melinda Aksa, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, mengunjungi Inkubator UMKM yang berlokasi di Mal Government Center, Selasa (8/4/2025).
Dalam kunjungan ini, Melinda meninjau langsung fasilitas serta menyimak tayangan dokumentasi aktivitas para pelaku UMKM binaan, dari proses produksi hingga pengemasan dan strategi pemasaran.
Ia mengapresiasi upaya Inkubator UMKM yang telah membantu banyak pelaku usaha kecil menembus pasar yang lebih luas.
Beberapa produk binaan bahkan telah menjadi bagian dari program nasional Makan Bergizi Gratis di Kota Makassar.
“Ini bukti bahwa UMKM kita sudah cukup kuat dan mampu berkontribusi untuk program nasional. Harus terus kita dorong agar semakin berkembang,” ujar Melinda.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengusulkan kolaborasi dengan pelaku UMKM yang berada di lingkungan sekolah, khususnya tingkat SD dan SMP, untuk menghadirkan jajanan sehat sebagai bagian dari dukungan terhadap program makan siang gratis bagi peserta didik.
Menurutnya, kehadiran jajanan sehat di sekolah tak hanya meningkatkan kualitas asupan gizi anak-anak, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM.
“Ini bisa menciptakan efek ganda: peningkatan gizi anak dan kemandirian ekonomi pelaku UMKM. Produk yang sehat, higienis, dan bergizi akan mendukung lahirnya generasi yang cerdas dan tangguh,” tambahnya.
Melinda juga menyampaikan rencana kolaborasi TP PKK dengan Inkubator UMKM dalam kegiatan Pasar UMKM yang akan segera digelar.
Ia berharap pelaku usaha bisa mendapatkan pelatihan langsung di lokasi kegiatan tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Makassar, Muhammad Rheza, menyambut positif kunjungan tersebut.
Ia menilai gagasan Melinda tentang penguatan jajanan sehat di sekolah sangat relevan dengan semangat program makan siang gratis yang tengah digalakkan.
“Masukan dari Ibu Melinda sangat membangun. Kami akan menindaklanjuti dengan pembinaan khusus bagi UMKM di lingkungan sekolah,” kata Rheza.
Ia juga menyebut beberapa produk binaan seperti abon ikan, abon daging, bajabu, dan aneka keripik sudah melalui proses kurasi dan standar kualitas tertentu untuk mendukung program pemerintah.
“Kami optimis, ke depan akan semakin banyak UMKM yang mampu berkontribusi dalam penyediaan makanan bergizi, baik di sekolah maupun dalam program lainnya,” tutupnya.












