SINDOSULSEL.COM, Makassar – Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar kembali menorehkan prestasi gemilang pada tahun 2026 melalui berbagai pemeringkatan internasional.
Namun bagi pihak kampus, capaian ini bukan sekadar deretan angka, melainkan amanah yang harus dijaga dengan kerja keras yang lebih sungguh-sungguh.
Dalam tiga pemeringkatan utama dunia pendidikan tinggi yang dirilis pada tahun 2026, UMI mencatat posisi yang semakin kuat dan konsisten:
- Webometrics 2026: Menempati peringkat ke-66 secara nasional dan peringkat ke-6 untuk kawasan Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, serta Papua. Capaian ini menjadikan UMI sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di jajaran teratas kawasan Indonesia Timur.
- EduRank 2026: Berada di peringkat ke-114 nasional, peringkat 2.999 di Asia, sekaligus menjadi PTS terbaik di Kota Makassar.
- UNIRANKS 2026: Mengalami lonjakan impresif sebanyak 58 peringkat ke posisi 73 nasional, naik signifikan dari peringkat 131 pada tahun sebelumnya.
Capaian impresif ini menegaskan bahwa UMI tidak hanya mampu bertahan, tetapi terus tumbuh sebagai kampus yang dipercaya, relevan, dan berdaya saing di tingkat nasional.
Peta Kekuatan UMI: Berdiri di Tengah Dominasi PTN Dalam pemeringkatan Webometrics 2026 untuk kawasan timur Indonesia, UMI tangguh bersaing di antara kampus-kampus negeri berskala besar seperti Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Makassar, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Halu Oleo, dan Universitas Tadulako.
Menempati peringkat ke-6 di kawasan tersebut, UMI menjadi satu-satunya perguruan tinggi swasta dalam jajaran elite itu.
Hal ini membuktikan bahwa UMI tidak hanya bersaing di level PTS, tetapi berdiri sejajar dengan PTN besar di wilayah Indonesia Timur.
Rektor UMI: Prestasi Ini Adalah Amanah dari Masyarakat Rektor UMI, Prof Hambali Thalib, menyampaikan bahwa rentetan capaian ini harus disikapi dengan penuh kerendahan hati.
“Lagi, UMI menorehkan prestasi. Tetapi bagi kami, ini bukan tentang hebatnya UMI. Ini adalah amanah dari masyarakat yang harus kami jaga,” ungkap Prof Hambali.
ia juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kepercayaan masyarakat.
“Terima kasih kepada seluruh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan seluruh keluarga besar UMI yang telah bekerja dengan penuh dedikasi,” tambahnya.
Menurutnya, kekuatan utama UMI bukan sekadar pada sistem yang berjalan, melainkan pada semangat kebersamaan (jamaah).
UMI tidak dibangun oleh satu orang, tetapi oleh kebersamaan yang melahirkan kekuatan untuk terus bergerak maju.
Ketua Pembina: Prestasi Bukan Tujuan, Tetapi Buah dari Nilai Sejalan dengan itu, Ketua Pembina UMI, Prof Mansyur Ramly, menegaskan bahwa capaian yang diraih adalah konsekuensi logis dari nilai-nilai yang senantiasa dijaga oleh institusi.
“UMI tidak dibangun untuk sekadar menjadi besar, tetapi untuk memberi manfaat. Prestasi hari ini adalah buah dari nilai yang dijaga, bukan tujuan yang dikejar,” tegas Prof Mansyur.
Ia kembali mengingatkan bahwa arah UMI harus tetap kokoh sebagai kampus ilmu dan ibadah, kampus perjuangan dan pengabdian, serta kampus yang membangun peradaban.
Ketua Pengurus Yayasan: Hasil Kerja Terencana dan Berkelanjutan Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, Prof Masrurah Mokhtar, menuturkan bahwa prestasi ini lahir dari sistem yang dibangun secara serius dan berkelanjutan.
“Ini bukan capaian yang datang tiba-tiba. Ini hasil dari kerja terencana, penguatan tata kelola, serta konsistensi dalam meningkatkan kualitas akademik dan layanan,” jelas Prof Masrurah.
Ia menegaskan bahwa UMI senantiasa bergerak dalam satu arah yang jelas, meliputi transformasi digital kampus, penguatan riset dan publikasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta tata kelola yang transparan. UMI bergerak sebagai satu sistem, satu irama, dan satu tujuan.
Tiga Pemeringkatan, Satu Pesan: UMI Sedang Bertumbuh Jika dibaca secara utuh, ketiga pemeringkatan tersebut memberikan pesan kuat bahwa UMI tidak hanya dikenal, tetapi juga dipercaya.
Webometrics menunjukkan kekuatan reputasi digital dan visibilitas global. EduRank mencerminkan kualitas riset dan kontribusi ilmiah.
Sementara itu, UNIRANKS menjadi indikator kuat akselerasi reputasi institusi dan kepercayaan publik.
Ketiganya menegaskan bahwa UMI tidak hanya tumbuh, tetapi bertumbuh dengan arah yang jelas.
Dari Prestasi Menuju Amanah Peradaban UMI sangat memahami bahwa capaian ini bukanlah garis akhir.
Dengan berpegang teguh pada semangat Catur Dharma Perguruan Tinggi, yakni Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, serta Komitmen Ke-UMI-an dan Pendidikan Karakter, UMI terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang mencerdaskan, membentuk karakter tangguh, dan memberi manfaat nyata bagi umat.
Sesuai prinsip yang dipegang teguh sivitas akademikanya, UMI tidak sedang mengejar peringkat, melainkan sedang menyiapkan masa depan.












