Ragam

Viral Usai Hina Anak Palestina, Lima Bocah SMP Minta Maaf

×

Viral Usai Hina Anak Palestina, Lima Bocah SMP Minta Maaf

Sebarkan artikel ini
Viral Usai Hina Anak Palestina, Lima Bocah SMP Minta Maaf
Foto: Tangkapan Layar Video Akun Tiktok @rizkahputripulungan

SINDOSULSEL.COM, Jakarta – Lima remaja perempuan SMP di Jakarta yang melakukan penghinaan terhadap anak-anak korban kekejaman Israel di Palestina akhirnya muncul ke publik.

Dalam video berdurasi hampir empat menit yang beredar pada Rabu (12/6/2024), kelima remaja tersebut memberikan klarifikasi dan meminta maaf.

Mereka duduk berjejer dengan pakaian bebas dan bergantian menyampaikan permintaan maaf serta penjelasan terkait viralnya tindakan tidak etis yang mereka lakukan.

Diketahui, kelima remaja putri ini berasal dari empat sekolah berbeda di Jakarta dan telah dipanggil oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Budi Awaluddin, menyatakan bahwa para siswa sangat menyesali perbuatan mereka saat diperiksa oleh pihak Dinas Pendidikan.

“Iya, jadi mereka sangat-sangat menyesali. Kami juga memanggil mereka, dan mereka sangat menyesali apa yang telah terjadi. Mereka sempat menangis semua, dalam kondisi ketakutan dan memohon agar bisa dibantu terkait hal ini. Jadi mereka sangat menyesali kondisi ini,” tegas Budi pada Rabu (12/6/2024).

Menurut Budi, para siswa tersebut tidak sengaja menyinggung anak-anak Palestina saat makan di restoran cepat saji.

Awalnya, tindakan mereka hanya bercanda, namun setelah diunggah ke media sosial, hal tersebut menjadi bumerang.

“Mereka sangat-sangat menyesali kondisi yang telah terjadi. Jadi kondisinya memang tidak sengaja terucap seperti itu. Ini sebenarnya hanya candaan saja,” jelas Budi.

Budi juga telah meminta bantuan ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk memberikan pendampingan kepada anak-anak tersebut karena saat ini mereka menjadi korban bullying oleh netizen.

Selain itu, ia juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk memberikan pembinaan terkait nilai kebangsaan kepada siswa di seluruh sekolah.

“Di sekolah kami juga seperti tadi kami sampaikan melakukan pembinaan untuk para siswa di sekolah, juga guru dan orang tua. Ini dilakukan agar tidak ada perundungan kepada mereka yang nanti berada di sekolah,” tambah Budi.