Palopo

Warga Palopo Kampanyekan Penolakan PSU Jilid Dua

×

Warga Palopo Kampanyekan Penolakan PSU Jilid Dua

Sebarkan artikel ini
Warga Palopo Kampanyekan Penolakan PSU Jilid Dua
Kain putih sepanjang 100 meter dibentangkan di Lapangan Pancasila untuk menggalang dukungan penolakan PSU jilid dua. (ist)

SINDOSULSEL.COM, Palopo – Ratusan warga Kota Palopo memadati Lapangan Pancasila pada Jumat (30/5/2025) dalam aksi damai untuk menyuarakan penolakan terhadap rencana Pemungutan Suara Ulang (PSU) jilid dua.

Aksi ini menjadi bentuk dukungan terhadap hasil rapat pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Palopo yang telah menetapkan pasangan calon nomor urut 4 sebagai pemenang PSU sebelumnya.

Simbol penolakan terhadap PSU jilid dua ditunjukkan dengan membubuhkan tanda tangan di atas kain putih sepanjang 100 meter yang dibentangkan di tengah lapangan. Selain itu, massa juga membentangkan spanduk bertuliskan:

“Kami Rakyat Biasa Kota Palopo Menerima Hasil Keputusan Rapat Pleno KPU Palopo.”

Koordinator aksi, Saipul, menegaskan bahwa hasil pleno KPU bukan sekadar angka, melainkan cerminan suara mayoritas rakyat Kota Palopo.

“Hasil pleno KPU Palopo bukan hanya angka, tapi suara rakyat yang menginginkan perubahan ke arah lebih baik,” kata Saipul.

Ia menegaskan bahwa masyarakat telah dua kali menyuarakan dukungannya secara jelas dalam proses demokrasi.

“Kami menolak PSU jilid dua. Hasil pleno adalah kemenangan masyarakat. Mereka sudah dua kali menang dengan suara yang makin meningkat dan di atas 50 persen. Itu bukti bahwa masyarakat Palopo memang menginginkan pasangan nomor urut 4 memimpin,” ujarnya.

Saipul juga mengingatkan bahwa PSU lanjutan hanya akan membebani anggaran daerah dan bisa berdampak negatif terhadap pembangunan di Kota Palopo.

“Jika PSU dilakukan kembali, anggaran yang seharusnya untuk pembangunan justru akan terkuras. Ini bukan hanya soal politik, tapi juga soal tanggung jawab terhadap masa depan Kota Palopo,” tambahnya.

Rencananya, pengumpulan tanda tangan dukungan ini akan berlangsung selama tiga hari ke depan dengan target mencapai 3.000 tanda tangan.

Aksi ini menjadi bentuk pernyataan kolektif warga agar proses demokrasi dihormati dan tidak diganggu oleh kepentingan yang memperpanjang konflik.

Paisal juga menyampaikan harapan agar para pasangan calon dan pendukungnya dapat menerima hasil ini dengan lapang dada.

“Kami berharap semua pihak bisa legowo dan menghormati keputusan KPU. PSU berulang hanya akan memecah persatuan masyarakat,” tutupnya.