MAKASSAR – Universits Muslim Indonesia (UMI) menggelar wisuda periode pertama tahun 2024. Jumlah wisudawan sebanyak 3610 orang.
Kegiatan itu rencananya diselenggarakan selama selama 4 hari secara berturut-turut, dimulai pada 28 April hingga 1 Mei 2024, bertempat di Claro Hotel, Jalan AP Pettarani Makassar.
Dalam wisuda hari pertama Rektor UMI, Prof Sufirman mewisuda sebanyak 949 orang dan pada hari kedua 932 orang. Sementara untuk hari ketiga besok 947 orang dan hari ke 4.782 orang.
Menurut Prof Sufirman era 5.0 ini merupakan era dinamis dimana membutuhkan sumberdaya yang tidak hanya cerdas namun juga terampil, responsif dan mampu merespon perubahan. Sehingga para wisudawan harus terus belajar dan mengasah kemampuan.
“Momentum wisuda merupakan awal mula keberhasilan dan pintu masuk kiprah yang lebih nyata dan bermanfaat. Ada tantangan dan peluang yang akan menghampiri sehingga para alumni harus terus belajar dan menuntut ilmu, harus terus di asa,” ujarnya, Selasa (30/4/2024)
Sementara Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX, Dr. Andi Lukman, M.Si, menyampaikan rasa bangga sebagai alumni Universitas Muslim Indonesia (UMI).
Ia menyampaikan bahwa UMI adalah Perguruan Tinggi Terbaik di luar pulau Jawa, dan kampus andalan yang ada di lingkup LLDikti wilayah IX SultanBatara.
“Alumni yang lahir dari UMI patut berbangga, dimana Perguruan Tinggi terbaik di Indonesia dan kebanggan di LLDikti Wilayah IX. Saya juga alumni UMI, saya berharap. Marilah jaga almamater kita, maka harus berprestasi lewat,” ujarnya.
Tantangan kedepan, kta alumni Doktor Manejemen PPS UMI ini, luar biasa, apalagi kecepatan dunia Teknologi. Maka diharapkan terus berinovasi agar alumni perguruan tinggi mendapat pekerjaan.
“Persaingan globalisasi sekarang sesuai kecepatan teknologi, maka keterampilan soal skill, disesuaikan zaman modernisasi. Maka keterampilan sesuai adaptasi pada lingkungan. Serta menjadi calon pemimpin didambakan di masa depan, karena mahasiswa generasi emas di 2045. Jadilah manusia hebat, dan UMI sudah menyiapkan itu,” sambung dia.
Sedangkan, Ketua Pengurus Yayasan ,Wakaf (YW) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar mengatakan, hari ini UMI melepas alumninya ke tengah masyarakat, melepaskan ikatan formal status mahasiswa. Untuk mahasiswa, lulusan profesi mewujudkan tenaga terampil siap bekerja, ini diimbangi akhlakul karimah.
“Sebagai alumni UMI dilepas hari ini, dimanapun berada jaga nama baik almamater, jadilah duta UMI baik, bermanfaat bagi lain,” harapnya.
Untuk Dosen, menghadapi tantangan global maka diharapkan memenuhi dan mengatasi berbagai masalah yang komplit akibat kondisi global. Menjalin kerjasama memberikan manfaat baik nasional dan internasional mewujudkan UMI menuju WCU.
“Kerjasama lebih pada menjalin silaturahmi, mewujudkan apa yang kita impikan. Kersajasama lebih pada tuntutan kebutuhan sesuai prasyarat WCU menjalin kerjasama sama pada PT terkemuka dan termaju di dunia,” pungkasnya
(*)












