SIDRAP, sindosulsel.com – Tenaga Ahli Menteri Agama RI, Bunyamin M. Yapid, menghadiri kegiatan penamatan terpadu tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) di Pondok Pesantren As’adiyah Galung Beru pada Selasa (05/05/2026).
Kehadirannya dalam acara pelepasan santri tersebut merupakan representasi langsung dari arahan Anregurutta Ketua Umum Pondok Pesantren As’adiyah Pusat, Prof. Nasaruddin Umar.
Dalam sambutannya, Bunyamin menegaskan bahwa kedatangannya bukan sekadar untuk menghadiri seremoni penamatan.
Lebih dari itu, ia membawa pesan penting dari Anregurutta yang selama ini memiliki perhatian sangat besar terhadap kemajuan dan perkembangan Pondok Pesantren As’adiyah.
“Beliau sangat ingin hadir langsung, namun kita memahami kesibukan beliau yang luar biasa dalam mengurus kepentingan negara dan umat. Bahkan, waktu istirahat beliau sangat terbatas. Maka saya hadir di sini mewakili beliau,” ungkap Bunyamin.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen, baik alumni maupun santri As’adiyah, untuk terus membumikan pemikiran Anregurutta.
Terutama mengenai konsep-konsep besar yang telah digaungkan mulai dari tingkat nasional hingga ke panggung internasional.
Menurutnya, gagasan visioner seperti kurikulum berbasis cinta dan ekoteologi bukan hanya sekadar relevan dengan kondisi zaman, tetapi telah menjadi diskursus penting di berbagai forum bergengsi global.
Ia menyebutkan bahwa konsep tersebut bahkan telah dipaparkan dalam forum diskusi internasional di Mesir dan sukses mendapatkan respons yang sangat positif.
“Pemikiran Anregurutta ini sangat dibutuhkan oleh bangsa dan negara. Kita sebagai santri memiliki tanggung jawab untuk menyuarakan, mengawal, dan membumikan gagasan tersebut di tengah masyarakat,” tegasnya di hadapan para hadirin.
Selain itu, Bunyamin juga menyoroti pentingnya pemahaman yang utuh terhadap gagasan Menteri Agama, khususnya dalam hal pengelolaan dan pemberdayaan rumah ibadah.
Ia mengingatkan agar pemikiran mulia tersebut tidak disalahartikan atau dipolitisasi oleh pihak-pihak tertentu.
Dalam kesempatan penuh berkah itu, ia turut mengungkapkan perhatian besar Anregurutta terhadap kesejahteraan para guru pesantren.
Salah satu program unggulan yang kini terus didorong adalah pemberian fasilitas pemberangkatan umrah bagi tenaga pendidik, khususnya yang bernaung di lingkungan As’adiyah.
“Harapannya, para guru yang telah menunaikan umrah akan semakin maksimal dalam mendidik santri, karena telah merasakan langsung sumber peradaban Islam,” ujarnya memberikan motivasi.
Sebagai bentuk apresiasi dan tindakan nyata, dalam acara penamatan tersebut juga diserahkan bonus perjalanan umrah kepada salah satu guru Pondok Pesantren As’adiyah atas dedikasi dan pengabdian tanpa lelahnya.
Kegiatan penamatan ini pada akhirnya tidak hanya menjadi momen perpisahan bagi para santri, tetapi juga bertransformasi menjadi ruang penguatan nilai, gagasan, dan arah perjuangan pendidikan pesantren yang berbasis cinta, moderasi, dan keunggulan dalam bingkai ekoteologi.
Dengan semangat kebersamaan tersebut, As’adiyah diharapkan dapat terus konsisten melahirkan generasi penerus yang tidak hanya cerdas dan unggul secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan sosial dalam menjawab tantangan zaman.












