SINJAI – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sinjai dinilai belum siap melaksanakan Ujian Sekolah Berbasis Komputer (USBK) pada 22 April mendatang.
Beberapa daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) di wilayah tersebut masih belum terjangkau jaringan internet.
Seperti di SLTP yang berada di Kecamatan Pulau Sembilan Kabupaten Sinjai, beberapa Pelajarnya mulai resah akibat jaringan Internet yang kurang bagus di wilayah itu.
Siswi SLTP Kelas III di Pulau Sembilan, Ira mengatakan jika sistem USBK ingin diterapkan di Kabupaten Sinjai, Pemerintah harus memastikan infrastruktrur internet diwilayah area blank spot seperti yang ada di Pulau Sembilan harus memadai
Sebab di Pulau Sembilan sendiri para siswa dan siswi sangat kesulitan untuk melaksanakan USBK tanpa dukungan infrastruktur jaringan internet yang memadai
“Jujur saya pribadi senang sekali bisa untuk mengikuti USBK, namun ada keraguan yang amat mendalam, yakni, sistem jaringan Internet di wilayah kami yang cukup sulit di akses,” ujarnya, Jumat (19/4/2024).
Menurut Ira, penerapan sistem USBK di Kabupaten Sinjai dinilai akan membawa dampak positif bagi para siswa dan siswi. Selain itu kinerja tenaga pengajar dan pihak sekolah akan jauh lebih mudah dan efisien
“Misalnya dari menyiapkan ruang ujian, membagikan soal, mengumpulkan lembar jawaban, sampai menghitung nilai secara manual, semua ini bisa akan ditinggalkan,” jelasnya
Dilain sisi, Ketua relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Sulawesi Selatan, Zainal Abidin Ridwan mengaku, mendukung penuh penerapan sistem USBK di Kabupaten Sinjai.
Penggunaan chromebook harus sejalan dengan peningkatan jaringan seluler dan internet, terutama di kawasan yang termasuk area blank spot.
“Saya berharap Dinas Pendidikan Sinjai memperhatikan soal ketersediaan jaringan internet pada pelaksanaan USBK. Misalnya di wilayah Kecamatan Pulau Sembilan dan di daerah pegunungan seperti di Bulupoddo, Sinjai Tengah, Sinjai Borong, dan Sinjai Barat,” jelasnya
Sebagai Ketua Relawan TIK Sulsel itu, program digitalisasi pendidikan yang dicanangkan Kemendikbud dirancang untuk mendukung pembelajaran digital.
Zainal juga memberikan solusi kepeda pemerintah agar pelaksanaan USBK di area blank spot dapat berjalan. Solusi itu diberikan sambil pembangunan infrastruktur internet di wilayah blank spot itu.
“Jika memang ada sekolah yang berada di area blank spot atau akses internet yang terbatas, maka Dinas Pendidikan harus mengarahkan pelaksanaan ujian sekolah ke sekolah lain yang tersedia jaringan internet,” bebernya
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Sinjai, sedikitnya 2.969 pelajar dari 44 SLTP Negeri maupun swasta akan mengikuti US sebagai penentu kelulusan pada pekan ke 3 bulan April 2024 mendatang.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai Irwan Suaib menjelaskan, pelaksanaan ujian sekolah tingkat SMP di Sinjai akan dilakukan secara serentak pada tanggal 22 hingga 27 April 2024.
Untuk mensukseskan kegiatan ini, pihaknya telah melaksanakan rapat koordinasi dengan seluruh satuan pendidikan agar pelaksanaan ujian sekolah di Sinjai dapat berlangsung lancar, aman dan tanpa kendala.
Terkait teknis pelaksanaannya, seluruh satuan pendidikan akan menerapkan ujian sekolah berbasis digital dengan menggunakan chromebook.
“Tahun ini kita lakukan berbeda dibanding tahun lalu. Jika tahun lalu masih ada siswa yang ujian menggunakan android. Tahun ini kita upayakan seluruh siswa ujian gunakan chromebook, termasuk di SD yang ujiannya mulai tanggal 29 April 2024,” ungkapnya.
Untuk mengatasi kekurangan cromebook di setiap sekolah, pihaknya sudah membahas hal ini dan solusinya adalah chromebook yang ada di satuan pendidikan sekolah dasar (SD) akan dipinjam untuk dipergunakan di sekolah SMP yang masih kekurangan cromebook.
“Demikian juga untuk kendala jaringan internet sudah kita bicarakan bagaimana supaya tetap lancar dan jika ada sekolah yang sulit terjangkau jaringan internet bisa mengikut di sekolah terdekatnya. Kita juga sudah bersurat ke PLN agar tidak ada pemadaman saat pelaksanaan ujian,” terangnya
Untuk menjaga kredibilitas hasil ujian, Disdik Kabupaten Sinjai akan menerapkan pengawasan sistem silang antar sekolah.
“Tidak hanya itu, para Pengawas dan Bidang di Disdik Sinjai juga akan turun melakukan pengawasan di setiap satuan pendidikan sehingga jika ada hambatan ditemukan bisa langsung dikoordinasikan ke Disdik Sinjai,” pungkasnya
(*)












