News

Jamin Kebutuhan dan Kesehatan Warga Dimasa Transisi Pasca Bencana

×

Jamin Kebutuhan dan Kesehatan Warga Dimasa Transisi Pasca Bencana

Sebarkan artikel ini
Jamin Kebutuhan dan Kesehatan Warga Dimasa Transisi Pasca Bencana
Rapat Koordinasi penanganan darurat bencana banjir dan tanah longsor di Aula Bappelitbangda. BNPB mengingatkan penangana para korban pasca banjir dan para personil serta relawan tetap berjalan.(Chaeruddin)

SINDOSULSEL.COM, Luwu – Masa tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Luwu berakhir dua pekan lagi tepatnya 3 Juni bulan depan.

Di masa transisi pasca bencana diharapkan Kabupaten Luwu mulai bangkit dan berbenah. Selain pulih dari luka, juga diharapkan bencana serupa tidak lagi terjadi hingga menelan korban jiwa.

Pelaksana tugas (Plt) Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Agus Riyanto, berharap di masa transisi ia berpesan masyarakat jangan ditinggalkan. “Luwu tidak sendiri, forkopimda hadir, provinsi hadir dan kami dari pusat hadir membantu Luwu selama 13 hari terakhir,” ujarnya, Rabu, (15/5/2024).

Ia mengingatkan saat ini sudah 4 dapur umum yang tutup dan jangan sampai tutup semua. Dikatakan, masa transisi ini, yang perlu jadi konsentrasi selain pengungsi dari Latimojong adalah personil dan relawan.

“Dari provinsi dan pusat sudah ada penipisan personil ditarik ke daerah lain. Selain memperhatikan pengungsi, kebutuhan personil juga perlu diperhatikan. 4 Dapur umum sudah tutup, jangan sampai semua tutup,” ujarnya.

Baca juga : Passapedana Tamangapa Makassar Door to door Salurkan Bantuan di Lokasi Banjir Luwu

Menurutnya secara porsi personil banyak diatas Kecamatan Latimojong. Di masa transisi, perlu juga difokuskan pembersihan di bagian bawah, Suli, Suli Barat, Larompong bahkan Belopa.

“Tumpukan material ini perlu dipikirkan dibuang ke mana, karena pasca bencana ini akan muncul persoalan baru yakni sampah, makanya kita butuhkan gotong royong. Kebersihan, sampah ini persoalan vital di masa transisi, karena terkait kesehatan masyarakat,” ucapnya.

“Diharapkan semua memikirkan kondisi masyarakat dan penanganan pasca bencana di mana transisi ini. Kadis PU identifikasi fasum dan rumah warga yang rusak. Di masa transisi ada namanya dana hunian untuk per KK, tidak banyak, tapi berbasis data by name dan by address,” lanjutnya.

Camat Latimojong, Nur Agam, pada Rapat Koordinasi penanganan darurat bencana banjir dan tanah longsor di Aula Bappelitbangda Luwu, mengungkapkan kondisi Latimojong saat ini perlahan mulai membaik.

“Kondisi sekarang, Latimojong sudah berangsur baik. Jalan ke Latimojong sudah bisa dilalui roda dua, cuma ada jembatan di Kadundung itu sementara dikerja, jembatan di Ulu Salu, sudah bisa dilalui motor. Saya merasa paling banyak mendapat perhatian oleh pemerintah, Mensos, Pangdam, Kapolda, Dandrem hadir di Latimojong dan PJ Bupati berapa kali hadir,” ucapnya.

Lanjut Nur Agam, Desa Pangi sudah masuk kendaraan roda dua dan sementara pembenahan. “Untuk penerangan luar biasa kerja PLN, kemarin sudah berapa desa sudah menyala. Kondisi bantuan sudah luar biasa,” ungkapnya.

Baca juga : 1.898 Warga Latimojong Tinggalkan Kampung Halaman

Ia melaporkan warganya hingga saat ini masih banyak yang mengungsi tersebar di beberapa titik. “Memang masih banyak warga kami mengungsi. Namun saya pikir, akan berangsur mulai pulang ke kampung mereka, karena akses jalan darat sudah terbuka,” tutupnya.

Penjabat Bupati Luwu, Muhammad Saleh, dalam rakor tersebut menyampaikan, melalui kerjasama 4 angkatan, TNI AU, TNI AD, TNI AL dan Polri, pemerintah pusat, provinsi, kabupaten beserta jajarannya dan seluruh stakeholder bahu membahu membantu para korban.

“Mewakili masyarakat Kabupaten Luwu, kami sangat berterimakasih kepada semua yang terlibat. Utamanya kepada TNI dan Polri, yang sudah menurunkan 4 helikopter membantu evakuasi dan pengiriman logistik ke Latimojong, ini benar-benar sangat membantu,” ujarnya.

Ia menyebutkan sejumlah poin, diantaranya distribusi logistik dimasa transisi dimana pola penanganan bencana akan lebih difokuskan pada pembenahan rumah korban, fasilitas umum yang rusak serta penanganan kebutuhan dan kesehatan warga.

“Terkait logistik In Shaa Allah, kerjasama kita hingga ke tingkat kecamatan dan desa akan mengatur pola distribusi kepada masyarakat terdampak selama masa tanggap darurat dan pemulihan pasca bencana. Akses jalan dan jembatan, kita sudah dapat bantuan dari balai jalan dan jembatan termasuk pembangunan jembatan Bailey,” sebutnya.

“Ketiga, terkait dengan PLN, sisa 6 desa yang belum seluruhnya tertangani, progresnya kurang lebih 90 persen pasokan listrik sudah normal, sementara ada evakuasi tiang listrik untuk menormalkan 100 persen. Ke empat terkait pengungsi di beberapa titik, kami berharap di masa sekarang kita percepatan perbaikan jalan dan jembatan sehingga warga bisa kembali ke kampung dan rumah mereka,” lanjutnya.

Dimasa transisi kata PJ Bupati Luwu, juga fokus membenahi benahi dan membersihkan berkas lumpur di rumah warga dan fasilitas umum. “Kami menetapkan tanggap darurat selama 1 bulan, 3 Mei hingga 3 Juni tapi ini akan kita evaluasi dengan percepatan penanganan pasca bencana, melakukan recovery pasca banjir,” tegasnya.

Baca juga berita di Google News