SINDOSULSEL.COM, Luwu – Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Luwu mencatat 14 korban jiwa dalam musibah banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Luwu, Kamis malam, 2 Mei 2024.
Update laporan per 12 Mei 2024 menyebutkan, 8 korban jiwa tertimbun longsor di Desa Buntu Sarek, Kecamatan Latimojong, 4 korban jiwa meninggal terbawa banjir di Desa Poringan, Kecamatan Suli Barat, 1 korban jiwa di Desa Cimpu, Kecamatan Suli, dan 1 korban jiwa di Desa Suka Damai, Kecamatan Walenrang Timur.
Selain korban jiwa, banjir bandang dan longsor juga menyebabkan kerusakan parah. Tercatat, 437 rumah hanyut dan rusak berat, 4.103 rumah terendam mengalami rusak sedang dan rusak ringan. Sejumlah fasilitas pemerintah, sekolah juga ikut rusak.
8 korban jiwa akibat tertimbun longsor di Kecamatan Latimojong, menyebabkan kepanikan warga hingga mengungsi meninggalkan kampung halaman mereka. Hingga saat ini, Pusdalops PB BPBD Luwu mencatat 1.898 warga Latimojong mengungsi ke beberapa kecamatan tetangga.
Jumlah ini dipastikan akan bertambah, mengingat curah hujan di Kabupaten Luwu khususnya Kecamatan Latimojong masih kurang baik. Helikopter milik TNI AD masih mengangkut logistik ke Latimojong dan mengevakuasi warga yang ingin keluar dari Latimojong.
Baca juga : BNPB Berikan Opsi Relokasi Warga Latimojong
Kondisi yang dialami warga Latimojong sejalan dengan rencana atau usulan Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, untuk merelokasi mereka ke tempat yang lebih aman.
Sementara itu, Menteri Sosial, Tri Rismaharini, mengusulkan, perubahan pola mata pencaharian warga Latimojong, dari berkebun ke berternak. Ini untuk mengurangi pembukaan lahan di Latimojong.
Besarnya jumlah warga Latimojong yang meninggalkan kampung halamannya dan dievakuasi pemerintah, mendapat tanggapan serius dari pelbagai kalangan dan tokoh masyarakat asal Tana Luwu.
Diantaranya, Husba Phada, tokoh masyarakat asal Latimojong, merespon rencana relokasi masyarkat Latimojong hingga evakuasi mereka dalam jumlah yang besar.
“Kehadiran Kepala BNPB, Mayjen TNI Suharyanto, di Luwu mestinya memberi kegembiraan kepada para korban, dengan harapan akan ada penanganan yang lebih cepat serta solusi yang tepat menangani korban serta penanganan pasca bencana,” kata Husba Phada.
Baca juga : Mensos Risma Sarankan Perubahan Pola Hidup Warga Latimojong Dari Berkebun ke Berternak
Tapi pernyataan pasca peninjauan lokasi bencana di Latimojong, kata Wakil Ketua Badan Pengurus Wilayah KKLR ini, justeru menawarkan relokasi kepada warga Latimojong ke daerah lain menjadi pro kontra di tengah masyarakat Luwu khususnya masyarakat Latimojong.
Beberapa hari kemudian Mensos Risma juga menawarkan solusi yang lagi-lagi para pejabat dari pusat menawarkan solusi tanpa paham karateristik, budaya dan sejarah panjang masyarakat Latimojong.












