Metro

RSUD Sawerigading Palopo Catat Demam dan Dispepsia Terbanyak Sebulan Terakhir

×

RSUD Sawerigading Palopo Catat Demam dan Dispepsia Terbanyak Sebulan Terakhir

Sebarkan artikel ini
RSUD Sawerigading Palopo Catat Demam dan Dispepsia Terbanyak Sebulan Terakhir

SINDOSULSEL.COM, Palopo – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sawerigading Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat kasus demam dan dispepsia sebagai penyakit terbanyak yang ditangani dalam sebulan terakhir.

Lonjakan pasien ini terjadi di tengah musim pancaroba yang membuat daya tahan tubuh masyarakat rentan menurun.

Direktur Utama RSUD Sawerigading, dr Rismayanti Amran Tandjung SpPA, mengatakan tren pasien dengan keluhan demam dan gangguan pencernaan cukup mendominasi layanan rawat jalan maupun rawat inap.

Tertibkan Aset dan Tata Kelola Kendaraan Dinas, Ini yang Dilakukan Pemkot Palopo

“Untuk menjaga kesehatan, kami mengimbau masyarakat agar rutin minum air putih agar kadar cairan tubuh tetap terjaga,” jelas dr Rismayanti.

“Hal ini penting untuk menghindari gangguan fungsi pencernaan dan penyerapan makanan,” sambung dr Rismayanti.

Selain RSUD Sawerigading, sejumlah puskesmas dan rumah sakit lain di Kota Palopo juga mencatat meningkatnya pasien akibat perubahan cuaca ekstrem.

Dokter Puskesmas Wara Utara, dr Ana Adriana, menyebut kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), diare, dan radang tenggorokan mendominasi pasien baik anak-anak maupun dewasa.

“Perubahan suhu yang tiba-tiba, angin kencang, serta kelembapan tinggi memicu berkembangnya virus dan bakteri. Akibatnya risiko flu, batuk, pilek, hingga radang tenggorokan meningkat,” ujarnya.

Wali Kota Palopo Usulkan Sejumlah Program Strategis ke Kementerian Sosial

Di RS Bintang Laut, pasien tipus dan diare juga memadati ruang perawatan. Seperti dialami Sartika, warga Palopo, yang anaknya sudah empat hari dirawat karena sakit tipus.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palopo, Irsan Anugrah, mengingatkan masyarakat agar segera memeriksakan kesehatan jika mengalami gejala ISPA atau gangguan pencernaan.

“Debu akibat cuaca kemarau panjang dan aktivitas kendaraan membuat kasus penyakit saluran pernapasan meningkat. Masyarakat diimbau menjaga pola hidup sehat dan segera berobat bila merasakan gejala,” tandasnya. (*)