SIDRAP, sindosulsel.com – Unggahan di media sosial Facebook yang menyebut hampir 70 persen petani di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) gagal panen akibat kemarau panjang menuai perhatian publik.
Informasi tersebut bahkan memicu berbagai tanggapan dan pertanyaan dari masyarakat terkait kondisi pertanian di daerah berjuluk lumbung pangan Sulawesi Selatan itu.
Menanggapi kabar yang beredar, Kepala Bidang Humas Pemkab Sidrap, Dagri, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak sesuai dengan data yang dimiliki pemerintah daerah.
Baca juga : Bupati Sidrap Susuri Irigasi Kulo Percepat Penanganan Kekeringan
“Menurut data yang kami pegang, jauh dari kata 70 persen petani gagal panen. Justru sebaliknya, sekitar 70 persen petani di Sidrap berhasil dalam hasil pertaniannya, bahkan sebagian besar telah panen dan sisanya tinggal menunggu waktu panen,” kata Dagri, Minggu (4/10/2026).
Ia menilai informasi yang diunggah akun Facebook tersebut merupakan informasi yang menyesatkan karena tidak didukung data yang valid. Karena itu, Dagri meminta pemilik akun untuk segera menghapus unggahan tersebut.
“Informasi seperti ini berpotensi menimbulkan persepsi keliru di masyarakat dan dapat merugikan citra daerah. Karena itu kami berharap unggahan tersebut segera dihapus,” ujarnya.
Baca juga : Petani Sidrap Sukses Panen 2,52 Ton Gabah di Tengah Musim Kemarau
Dagri juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial, terutama saat menerima dan menyebarkan informasi yang berkaitan dengan kondisi daerah.
Menurutnya, setiap informasi sebaiknya diverifikasi terlebih dahulu melalui sumber resmi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Jangan langsung percaya dan membagikan informasi yang belum jelas kebenarannya. Pastikan terlebih dahulu sumber dan datanya sebelum disebarluaskan,” pesannya.
Pemerintah Kabupaten Sidrap pun mengajak masyarakat untuk mengedepankan informasi yang akurat dan bersumber dari kanal resmi guna menghindari penyebaran hoaks yang dapat menimbulkan keresahan publik.












