Pendidikan

Mahasiswa PPG UMS Rappang Kembangkan Tiga Inovasi Media Pembelajaran

×

Mahasiswa PPG UMS Rappang Kembangkan Tiga Inovasi Media Pembelajaran

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa PPG UMS Rappang Kembangkan Tiga Inovasi Media Pembelajaran
Foto : Tiga mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru UMS Rappang, Olviani Rahma, Mutiara, dan Riani Sampe.(Ridwan Wahid)

SIDRAP, sindosulsel.com – Tiga mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) mengembangkan media pembelajaran kreatif untuk membantu siswa memahami materi dan meningkatkan minat belajar.

Ketiga mahasiswa tersebut adalah Olviani Rahma, Mutiara, dan Riani Sampe. Mereka memaparkan inovasi masing-masing dalam seminar PPG di ruang seminar lantai II Gedung Rektorat UMS Rappang, Rabu (28/10/2026).

Inovasi yang diperkenalkan meliputi pembelajaran berbasis permainan, media literasi dasar Aksara Tumbuh, serta penggunaan puzzle untuk materi teks deskripsi bagi siswa kelas IX SMP Negeri 2 Pancarijang.

Baca juga : Dosen dan Tendik UMS Rappang Gemari Pickleball

Olviani Rahma mengembangkan pembelajaran berbasis permainan atau game-based learning dengan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL), yakni pembelajaran yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa.

Ia memilih pendekatan tersebut setelah mengamati karakteristik dan kebutuhan belajar peserta didik yang menyukai permainan.

Melalui media permainan, siswa diharapkan dapat mengikuti pembelajaran dengan lebih menarik tanpa kehilangan fokus pada materi.

“Model pembelajaran yang saya gunakan adalah game-based learning untuk meningkatkan pemahaman siswa melalui pendekatan Teaching at the Right Level. Saya memilih model ini karena melihat kebutuhan belajar di kelas, anak-anak suka bermain game. Jadi, saya menyediakan media berupa permainan, tetapi mereka tetap belajar,” ujar Olviani.

Baca juga : Wakil Dekan II FEB UMS Rappang Raih Juara I Tenis Lapangan pada Ajang Sumpah Pemuda 2026

Ia berharap permainan edukatif dapat menjadi alternatif untuk membantu siswa memahami materi melalui kegiatan belajar yang menyenangkan.

Sementara itu, Mutiara memperkenalkan inovasi literasi dasar bertajuk **Aksara Tumbuh**, dengan tagline “Menuntun Anak Mengenal Aksara, Bertumbuh Sesuai Kodratnya”.

Media tersebut dirancang untuk membantu anak-anak yang masih mengalami kesulitan membaca dan menulis. Gagasannya berangkat dari pengalaman Mutiara selama menjalani praktik pengalaman lapangan (PPL) di sekolah, ketika menemukan peserta didik dengan kemampuan literasi yang masih berada di bawah rata-rata.

Dalam penerapannya, Aksara Tumbuh menggunakan *mystery box* atau kotak misteri yang berisi kata-kata dasar dan gambar.

Baca juga : Totalitas Peserta Festival Bulan Bahasa UMS Rappang, Bawakan Puisi dengan Kostum Unik

Baca  Wakil Dekan II FEB UMS Rappang Raih Juara I Tenis Lapangan pada Ajang Sumpah Pemuda 2026

Media ini dipadukan dengan tutup botol yang diberi huruf alfabet agar siswa dapat mengenali huruf dan menyusunnya menjadi kata.

“Di dalam mystery box terdapat kata-kata dasar bagi anak-anak yang sedang kita bimbing dalam literasi dasar. Kemudian, ada pemanfaatan tutup botol yang berisi huruf. Ketika anak mengambil gambar, misalnya bunga, mereka mencocokkan gambar tersebut dengan tutup botol berhuruf B, U, N, G, A,” jelas Mutiara.

Menurutnya, kemampuan membaca dan menulis merupakan fondasi penting dalam pembelajaran. Siswa yang belum menguasai keterampilan dasar tersebut berpotensi mengalami kesulitan memahami materi yang disampaikan guru.

“Sebagai calon guru, saya berpikir apa yang bisa dilakukan untuk membantu anak-anak ini agar tidak tertinggal. Ketika dasar membaca dan menulis belum dikuasai, mereka akan kesulitan memahami apa yang disampaikan guru,” tuturnya.

Baca juga : Siswa SMPN 1 Tellu Limpoe Antusias Ikuti Festival Bulan Bahasa 2026 di UMS Rappang

Melalui Aksara Tumbuh, Mutiara berharap siswa dapat mengembangkan kemampuan literasi secara bertahap sesuai kebutuhan belajar masing-masing.

Adapun Riani Sampe mempresentasikan inovasi penggunaan media puzzle pada materi teks deskripsi untuk meningkatkan minat belajar siswa kelas IX SMP Negeri 2 Pancarijang.

Dalam inovasi tersebut, Riani memadukan puzzle dengan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang disusun berdasarkan tingkat kemampuan siswa. Sebelum menerapkan media pembelajaran, ia melakukan asesmen terlebih dahulu untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik.

Baca juga : Perdana Buka Lomba Tingkat SD, FBB 2026 UMS Rappang Libatkan 12 Sekolah

Hasil penerapan inovasi tersebut, berdasarkan keterangan dalam bahan presentasi, menunjukkan adanya peningkatan minat belajar siswa. Namun, data angka atau indikator yang digunakan untuk mengukur peningkatan tersebut belum dicantumkan dalam informasi yang tersedia.

Ketiga inovasi ini menunjukkan upaya mahasiswa PPG UMS Rappang dalam merancang media pembelajaran dengan pendekatan berbeda, mulai dari permainan edukatif hingga alat bantu literasi dan puzzle.

Pengembangan tersebut diarahkan untuk menyesuaikan proses belajar dengan karakteristik serta kemampuan peserta didik.