LUWU, sindosulsel.com – Gangguan saluran pernapasan menjadi keluhan kesehatan paling banyak ditemukan dalam pelayanan pemeriksaan dan pengobatan gratis yang digelar PT Masmindo Dwi Area (MDA) di Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Sepanjang empat periode pelayanan Januari hingga Oktober 2026, tercatat 789 kasus gejala gangguan pernapasan dari total 2.264 peserta.
Data tersebut berasal dari program Pengobatan dan Pemeriksaan Kesehatan Masyarakat (PPKM) yang dilaksanakan MDA di desa-desa sekitar wilayah operasional perusahaan.
Selain gangguan pernapasan, sejumlah keluhan lain yang ditemukan meliputi nyeri otot, hipertensi, gangguan kesehatan gigi, dan sakit kepala.
Baca juga : Sinergi Pemkab Luwu dan PT Masmindo Dwi Area Kukuhkan Pengurus FORDES MATAPPA
Berdasarkan laporan perusahaan, jumlah warga yang memanfaatkan layanan tersebut tercatat 597 orang pada Januari, 443 orang pada April, 623 orang pada Juli, dan 601 orang pada Oktober 2026.
Pada pelaksanaan Oktober, pelayanan menjangkau 12 desa, yakni Tibussan, Lambanan, Buntu Sarek, Pajang, Ulusalu, Boneposi, Tolajuk, Tabang, Rante Balla, Tobarru, Kadundung, dan Pangi.
Program yang telah berjalan sejak 2022 tersebut dilaksanakan setiap tiga bulan dengan melibatkan dokter, perawat, apoteker, serta bidan desa setempat.
Tim medis mendatangi langsung lokasi pelayanan agar masyarakat tidak harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan dasar.
Baca juga : Pemkab Luwu Gandeng PT Masmindo Cetak SDM Terampil Lewat Akademi MATAPPA
Data pelayanan juga menunjukkan kelompok usia lanjut menjadi salah satu kelompok terbesar penerima layanan. Pada Januari, April, dan Juli, kelompok usia tertua dalam klasifikasi perusahaan tercatat sebanyak 727 peserta atau sekitar 43,7 persen dari total peserta ketiga periode tersebut.
Dominasi kelompok usia lanjut kembali terlihat pada Oktober. Kelompok usia di atas 46 tahun mencakup sekitar 40,3 persen dari 601 peserta yang mendapatkan pelayanan. Sementara itu, anak-anak berusia 0–11 tahun tercatat sebanyak 171 peserta atau sekitar 28,5 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala, terutama bagi kelompok usia lanjut dan anak-anak yang membutuhkan perhatian terhadap kondisi kesehatannya.
Kepala Teknik Tambang MDA, Mustafa Ibrahim, mengatakan program PPKM tidak hanya diarahkan untuk memberikan pengobatan, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan secara berkala.
Baca juga : Matappa Academy PT Masmindo Dwi Area Latih 90 Tenaga Kerja Lokal Siap Kerja di Industri
“Melalui layanan kesehatan gratis ini, kami ingin mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya. Deteksi dini menjadi kunci agar potensi penyakit dapat ditangani lebih awal, terutama pada kelompok lansia,” ujar Mustafa.
Ia menjelaskan, pelaksanaan program turut mempertimbangkan masukan masyarakat yang dihimpun melalui Forum Desa (Fordes) bersama Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan Investasi Kabupaten Luwu.
Masukan tersebut menjadi salah satu pertimbangan perusahaan dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk akses terhadap pelayanan kesehatan.
MDA menyatakan akan melanjutkan sinergi dengan Fordes dan Pokja Percepatan Investasi Kabupaten Luwu untuk mendukung program yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat di Kecamatan Latimojong.
Dengan 2.264 peserta sepanjang empat periode pelayanan pada 2026, program PPKM menjadi salah satu bentuk pelayanan kesehatan langsung yang menjangkau masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.












