Luwu

Bahasa Inggris Jadi Kunci Taruna Pelayaran Palopo Tembus Kapal Internasional

×

Bahasa Inggris Jadi Kunci Taruna Pelayaran Palopo Tembus Kapal Internasional

Sebarkan artikel ini
Bahasa Inggris Jadi Kunci Taruna Pelayaran Palopo Tembus Kapal Internasional

SINDOSULSEL.COM, Luwu – Kesiapan menghadapi dunia kerja internasional menjadi fokus utama kuliah umum dan proses wawancara taruna yang digelar PT Aweidhia Crew Management di Kampus Pelayaran Politeknik Palopo.

Kegiatan ini diikuti 32 taruna yang diseleksi langsung untuk program Praktek Laut (Prala) di kapal mitra perusahaan.

Kuliah umum disampaikan oleh H. Trisal Tahir, CEO PT Aweidhia Crew Management, bersama jajaran manajemen perusahaan.

Sementara sesi wawancara dan pembekalan teknis dipandu langsung oleh Capt. Muhammad Raslin, Direktur Utama PT Aweidhia Crew Management.

Dalam pemaparannya, Capt. Muhammad Raslin menegaskan bahwa wawancara bukanlah ujian yang menakutkan, melainkan proses mengenal kesiapan diri taruna sebelum terjun ke dunia kerja internasional.

Baca Juga : Kalapas Palopo Sambangi Disdik, Bahas Program Pendidikan bagi Warga Binaan

“Interview itu bukan ujian, interview itu wawancara. Kuasai diri kalian saat menerima pernyataan. Pertanyaan disampaikan dalam bahasa Inggris karena kalian akan go internasional,” tegas Capt. Raslin.

Ia menekankan, penguasaan bahasa Inggris adalah syarat mutlak bagi calon pelaut yang ingin berkarier di kapal asing.

Bahkan, taruna akan langsung berhadapan dengan pewawancara berkewarganegaraan asing yang belum tentu memahami bahasa Indonesia.

“Di kapal nanti, yang mewawancarai bisa bule langsung. Kalau kita mau bergaul dan memperluas pengetahuan, kuasai bahasa dunia. Bahasa Inggris wajib, bahkan Mandarin dan Arab juga sangat bernilai,” lanjutnya.

Selain kemampuan bahasa, etika dan ketenangan saat wawancara juga menjadi penilaian penting. Taruna diingatkan agar tidak gugup dan memahami tata krama wawancara.

“Satu kuncinya jangan nervous, jangan grogi. Jangan sering minta pertanyaan diulang, itu tanda belum menguasai materi,” pesannya.

Kegiatan ini juga diperkuat dengan pembekalan dari dosen bahasa Inggris, yang memberikan latihan dan simulasi komunikasi wawancara internasional.

Sementara itu, Muhammad Jamil, dosen mesin, menjelaskan bahwa taruna terdiri dari dua tingkatan, yakni junior dan senior, dengan dua jurusan utama.

Sebanyak 32 taruna yang mengikuti seleksi berasal dari jurusan nautika (bagian dek) dan teknika, dengan taruna nautika diproyeksikan sebagai calon kapten kapal dengan ijazah ANT III.

Direktur Operasional PT Aweidhia Crew Management, Nasrul M, menambahkan bahwa taruna yang dinyatakan lulus akan menjalani Praktek Laut (Prala) atau magang di kapal selama satu tahun melalui jaringan perusahaan dan mitra internasional.

Kampus Pelayaran Politeknik Palopo sendiri telah menjalin kerja sama resmi dengan PT Aweidhia Crew Management, sebagai upaya memperkuat link and match antara dunia pendidikan pelayaran dan industri maritim global.