Sidrap

BEM FISIP UMS Rappang Mulai Periode Baru, 14 Pengurus Dilantik

×

BEM FISIP UMS Rappang Mulai Periode Baru, 14 Pengurus Dilantik

Sebarkan artikel ini
BEM FISIP UMS Rappang Mulai Periode Baru, 14 Pengurus Dilantik

SIDRAP, sindosulsel.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) menggelar pelantikan pengurus, upgrading, dan rapat kerja untuk periode 2026–2027.

Rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 6–7 Oktober 2026 tersebut mengusung tema “Revitalisasi Gerakan, Menghidupkan Gagasan dan Menguatkan Kolaborasi.”

Pembukaan kegiatan berlangsung di lantai 3 Gedung Rektorat UMS Rappang pada Selasa (06/10/2026) dan dibuka oleh Wakil Dekan II FISIP UMS Rappang Muhammad Ikbal.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan serah terima kepengurusan dari Ketua BEM FISIP periode sebelumnya, Rezki Anugrah Sayyadi, kepada Ketua BEM FISIP yang baru, Aswandi Putra.

Rezki mengatakan pergantian kepengurusan bukan sekadar menandai berakhirnya satu periode, tetapi juga menjadi momentum untuk mempertanggungjawabkan seluruh proses yang telah dijalankan sekaligus melanjutkan perjuangan organisasi.

“Hari ini bukan sekadar berakhirnya sebuah kepengurusan. Hari ini adalah tentang bagaimana kita mempertanggungjawabkan apa yang telah kita lakukan, apa yang akan kita mulai, apa yang akan kita perjuangkan dan apa yang telah kita wariskan,” kata Rezki.

Menurutnya, pergantian kepengurusan merupakan bagian dari proses regenerasi organisasi. Mahasiswa yang sebelumnya aktif di tingkat himpunan memiliki ruang untuk melanjutkan proses pengabdian melalui BEM maupun organisasi lainnya.

Rezki juga mengingatkan pengurus baru agar peka terhadap berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Baca Juga : UMS Rappang Buka Seleksi Staf Pascasarjana, 18 Pelamar Ikuti Wawancara

Ia menilai perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan perlu diimbangi dengan kepedulian terhadap persoalan ketimpangan sosial, krisis ekonomi, krisis energi, isu lingkungan, hingga budaya apatis di kalangan generasi muda.

“Di tengah kondisi seperti ini, mahasiswa tidak boleh menjadi penonton perubahan karena kita adalah penggerak perubahan dan akan membawa perubahan,” ujarnya.

Sebagai mahasiswa FISIP, lanjut Rezki, mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk memahami serta mengawal dinamika sosial dan kebijakan publik.

BEM, kata dia, menjadi salah satu ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi, melakukan kontrol terhadap kebijakan, serta menawarkan gagasan dan solusi atas berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.

Baca  Bukan Sekadar Sekolah Gratis, SR Sidrap Bantu Siswa hingga Keluarganya

“Perjuangan itu banyak. Perjuangan bisa hadir di dalam ruang kelas, ketika kita membantu sesama, ketika kita mengawal aspirasi mahasiswa, ketika kita mengkritik dan berargumen, serta ketika kita menggunakan ilmu untuk menyelesaikan persoalan masyarakat,” katanya.

Rezki menilai gerakan mahasiswa juga tidak selalu harus diwujudkan melalui suara yang lantang. Kepedulian, keberanian mengambil sikap, dan konsistensi dalam menjalankan nilai organisasi juga merupakan bagian dari gerakan.

Sementara itu, Ketua BEM FISIP UMS Rappang Aswandi Putra mengajak seluruh pengurus menjadikan organisasi sebagai ruang untuk melahirkan gagasan sekaligus mengambil tanggung jawab.

Baca Juga : Mahasiswa S2 UMS Rappang Gagas Model Kolaboratif-Digital Musrenbang Desa untuk Smart Village

Ia mengutip pemikiran Paulo Freire bahwa pendidikan tidak secara langsung mengubah dunia, tetapi pendidikan mengubah manusia, dan manusialah yang kemudian mengubah dunia.

Menurut Aswandi, pemikiran tersebut relevan dengan posisi mahasiswa yang tidak hanya dituntut memperoleh ilmu di ruang kelas, tetapi juga mengimplementasikan pengetahuan melalui organisasi dan pengabdian.

“Ketika kita masuk dalam kampus dan aktif dalam sebuah organisasi serta mengambil sebuah jabatan, maka kita mengambil tanggung jawab untuk dapat mengubah dunia itu sendiri,” kata Aswandi.

Ia juga meminta 14 pengurus yang telah dilantik untuk menyelesaikan tanggung jawab masing-masing hingga akhir periode kepengurusan.

“Ketika kalian sudah mengambil sebuah tanggung jawab, maka selesaikan sebagaimana mestinya. Ketika kalian dilantik hari ini, berarti kalian harus menyelesaikan tanggung jawab sampai akhir,” tegasnya.

Aswandi berharap tidak ada lagi pengurus yang hanya aktif ketika kegiatan berlangsung, tetapi menghilang ketika organisasi harus mempertanggungjawabkan program kerja pada akhir periode.

Pelantikan tersebut menjadi awal bagi kepengurusan BEM FISIP UMS Rappang periode 2026–2027 untuk menyusun dan menjalankan program melalui rangkaian upgrading dan rapat kerja.

Kegiatan itu diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat kapasitas pengurus, menyusun agenda organisasi, serta membangun kolaborasi yang lebih kuat di lingkungan FISIP UMS Rappang.