Metro

Bengkulu dan Sekitarnya Diguncang Gempa, Ratusan Rumah Rusak

×

Bengkulu dan Sekitarnya Diguncang Gempa, Ratusan Rumah Rusak

Sebarkan artikel ini
Bengkulu dan Sekitarnya Diguncang Gempa, Ratusan Rumah Rusak
Kondisi rumah warga di Kelurahan Betungan Kota Bengkulu yang rusak parah pasca gempa bumi bermagnitudo 6.0 yang terjadi pada pukul 02.53 WIB, Jumat (23/5/2025). ANTARA/Anggi Mayasari

SINDOSULSEL.COM, Bengkulu – Gempa bumi bermagnitudo 6,3 yang mengguncang wilayah Provinsi Bengkulu pada Jumat (23/05/2025) sekitar pukul 02.52 WIB menyebabkan kerusakan serius pada ratusan rumah dan sejumlah fasilitas umum.

Guncangan kuat yang berpusat di laut dengan kedalaman 80 kilometer itu berdampak pada empat wilayah utama: Kota Bengkulu, Kabupaten Seluma, Bengkulu Tengah, dan Bengkulu Utara.

Data sementara mencatat sekitar 140 rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan bervariasi dari ringan hingga berat.

Beberapa fasilitas umum juga terdampak, termasuk dua sekolah, dua masjid, satu kantor camat, satu balai pertemuan, dan satu unit PAUD.

Di Kota Bengkulu, Kelurahan Betungan menjadi salah satu titik terdampak paling parah dengan delapan rumah roboh.

Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka yang dilaporkan hingga Jumat siang.

Pemerintah langsung bertindak cepat. BPBD Kota Bengkulu mendirikan posko tanggap darurat dan tenda pengungsian di beberapa lokasi.

Tim reaksi cepat juga disiagakan untuk membantu warga terdampak.

BNPB dan Kementerian Sosial turut mengirim bantuan tahap awal berupa tenda, selimut, matras, makanan siap saji, dan sembako.

Sebanyak 200 paket sembako dan 50 tenda keluarga telah disalurkan. Jika diperlukan, dapur umum dan pos pengungsian tambahan akan dibuka.

Sementara itu, Kementerian Sosial melalui Direktorat PSKBA berkoordinasi dengan Dinas Sosial serta Taruna Siaga Bencana (Tagana) di seluruh wilayah Bengkulu.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf menyatakan komitmen untuk terus memantau perkembangan di lapangan dan memastikan bantuan tersalurkan dengan cepat dan tepat sasaran.

Menurut Badan Geologi, gempa tersebut terjadi akibat aktivitas deformasi dalam lempeng (intraslab) di zona subduksi lempeng Indo-Australia.

Wilayah pesisir Bengkulu memang dikenal sebagai daerah rawan gempa karena berada di jalur subduksi aktif.

Kepala Badan Geologi, Wafid, menyebut bahwa wilayah terdampak didominasi morfologi berbukit dan tanah lunak, membuatnya lebih rentan terhadap guncangan.

Meskipun tidak menimbulkan sesar permukaan atau efek ikutan seperti likuefaksi, masyarakat tetap diimbau waspada.

BMKG juga menegaskan bahwa tidak ada potensi tsunami dan hingga kini belum tercatat adanya gempa susulan.

Namun, masyarakat diminta tidak panik dan terus mengikuti informasi resmi dari BPBD, BMKG, dan instansi terkait.