SIDRAP, sindosulsel.com – Sejumlah orang tua murid sekolah dasar (SD) penerima Program Indonesia Pintar (PIP) di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, mengeluhkan bantuan pendidikan yang hingga kini belum dapat dicairkan.
Pasalnya, buku tabungan Bank Rakyat Indonesia (BRI) atas nama murid penerima bantuan sudah diterbitkan dan diserahkan kepada orang tua sejak sekitar satu bulan lalu.
Namun, saat dilakukan pengecekan, saldo rekening masih tercatat nol rupiah. Keluhan tersebut disampaikan sejumlah orang tua siswa di Kecamatan Baranti.
Mereka mengaku telah beberapa kali mendatangi bank untuk memastikan status bantuan PIP yang dijanjikan pemerintah.
“Buku tabungannya sudah kami terima sekitar satu bulan lalu. Beberapa kali kami cek ke bank, saldonya masih nol rupiah,” ujar salah seorang orang tua murid yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
“Katanya dana dari pemerintah belum masuk. Padahal anak-anak sudah berharap bantuan itu bisa digunakan untuk membeli buku dan seragam sekolah,” sambung para orang tua murid.
Baca Juga : Jelang Musda PPDI Sidrap, Syaharuddin Alrif Harap Kesejahteraan Masyarakat Desa Meningkat
Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas Harian (Plh) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidrap, Sirajuddin, melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Musyafir, mengatakan pihaknya akan melakukan pengecekan terkait progres penyaluran bantuan tersebut.
“Insya Allah besok saya tanyakan kepada operator yang menangani program ini terkait progresnya,” ujar Musyafir saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kamis (25/6/2026).
Ia menjelaskan, Dinas Pendidikan hanya memiliki kewenangan melakukan verifikasi usulan dari sekolah, sedangkan proses pencairan dana bantuan PIP menjadi kewenangan pemerintah pusat.
“Kami hanya berwenang melakukan verifikasi usulan sekolah. Untuk pencairan bantuan merupakan kewenangan pemerintah pusat,” jelasnya.
Sementara itu, Pemimpin Cabang BRI Sidrap, Deni Kurniawan Saputro, mengatakan pihak bank hanya bertugas sebagai penyalur bantuan PIP kepada siswa yang telah ditetapkan sebagai penerima manfaat.
Baca Juga : Luluskan 120 Santri TPA, PGN Sidrap Perkokoh Fondasi Generasi Qurani
Menurutnya, terkait rekening yang telah terbit namun saldo belum masuk, pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut dengan kantor pusat untuk memastikan mekanisme penyaluran dana tersebut.
“Kami hanya sebagai penyalur bantuan PIP dari pemerintah. Terkait buku tabungan yang sudah terbit tetapi saldo belum masuk, kami akan menanyakan ke pusat apakah penyaluran dana dilakukan secara bertahap atau ada mekanisme lain,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (26/6/2026).
Deni menegaskan, apabila dana bantuan telah disalurkan pemerintah, maka dana tersebut akan langsung masuk ke rekening masing-masing siswa penerima yang telah diterbitkan oleh BRI.
Ia juga memastikan pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait guna menindaklanjuti keluhan masyarakat.
“Kami akan segera berkoordinasi dengan kantor pusat terkait keluhan ini dan akan terus memberikan informasi perkembangan kepada masyarakat,” tutupnya.
Hingga berita ini diterbitkan, sejumlah orang tua siswa masih menunggu kepastian jadwal pencairan bantuan PIP yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak mereka menjelang tahun ajaran baru.












