Wajo – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Wajo menggelar gerakan pangan murah di sejumlah titik di Kota Sengkang, Kamis (7/3/2024).
Pj. Bupati Wajo, Andi Bataralifu mengatakan, gerakan pangan murah merupakan upaya yang dilakukan pemerintah dalam mencegah adanya kenaikan harga pangan yang tidak terkendali menjelang bulan suci ramadan 1445 Hijriah.
Intervensi pasar dinilai perlu dilakukan pemerintah. Tujuannya untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga bahan pokok
“Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo bersama dengan Perum Bulog menggelar gerakan pangan murah dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan jelang Ramadan tahun 2024,” ujarnya
Gerakan pangan murah juga merupakan tindak lanjut surat Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor : 501/3068/Disketapang tanggal 29 Februari 2024, perihal Pelaksanaan Kegiatan Gerakan Pangan Murah
Olehnya itu, Andi Batara berharap agar gerakan pangan murah yang dilakukan Pemkab Wajo dapat menekan inflasi sehingga harga bahan pokok dapat lebih stabil dan terkendali.
“Kami juga berharap agar ketersediaan pangan juga berkontribusi dalam penanganan stunting yang selalu menjadi perhatian pemerintah,” jelasnya
Diketahui gerakan pangan murah ini dilakukan serentak di 24 Kabupaten/kota yang ada di Provinsi Sulsel.
Di Kabupaten Wajo sendiri TPID Kabupaten Wajo menggelar Gerakan pangan murah di empat titik. Adapun empat titik yang menjadi tempat gerakan pangan murah yakni pelataran Masjid Raya Ummul Quraa, Kota Sengkang
Selanjutnya, di Kelurahan Padduppa dan Kelurahan Teddaopu. Kecamatan Tempe, serta di Jalan Candra Kirana, Kelurahan Maddukelleng samping RSUD Lamadukelleng.
(*)












