SINDOSULSEL.COM, Luwu – PT Masmindo Dwi Area sukses First blasting, ini merupakan bagian dari proses pembentukan lahan untuk pembangunan fasilitas pabrik pengolahan (processing plant).
Material di lokasi tersebut memiliki karakteristik yang keras, sehingga proses peledakan diperlukan untuk memecah batuan menjadi ukuran tertentu guna mempermudah dan mempercepat proses penggalian selanjutnya.
Kegiatan peledakan (blasting) merupakan bagian dari tahapan persiapan operasional tambang yang dilakukan secara terbatas dan terukur.
BACA JUGA : Ledakan di Luwu Berasal dari Aktivitas Blasting Perusahaan Tambang Emas di Latimojong
Untuk memastikan masyarakat memahami proses ini, PT Masmindo Dwi Area telah melaksanakan sosialisasi terbuka kepada warga sekitar, khususnya di wilayah Ranteballa dan desa terdekat.
Seluruh aktivitas peledakan (blasting) dilakukan oleh juru ledak bersertifikat resmi KIM (Keselamatan & Keahlian Peledakan) yang dikeluarkan oleh Kementerian ESDM.
Tenaga kerja yang terlibat telah mengikuti pelatihan standar nasional dan dinyatakan kompeten melalui uji sertifikasi sesuai ketentuan Permen ESDM No. 26 Tahun 2018.
Setiap kegiatan dilakukan dengan perencanaan teknis, prosedur keamanan ketat, serta pengawasan langsung untuk memastikan keselamatan masyarakat dan lingkungan tetap terjaga.
MITIGASI :
Mitigasi dirancang berbasis regulasi nasional, namun juga mempertimbangkan kondisi sosial dan geografis setempat.
BACA JUGA : MDA Gelar Prosesi Adat Mangngolo Ri Arajang di Kedatuan Luwu
1. Mitigasi Getaran (Ground Vibration)
– Radius aman minimal 500 meter dari pemukiman telah ditetapkan melalui kajian geoteknik dan sosial.
– Alat vibration monitoring dipasang di titik-titik sensitif dan pos pengamatan.
– Evaluasi rutin dilakukan setiap minggu dan dilaporkan ke Dinas ESDM
2. Mitigasi Kebisingan (Noise)
Peledakan dilakukan hanya pada jam kerja (12.00–13.00 WITA), tidak dilakukan malam atau hari libur. Buffer zone vegetatif diperkuat di sekitar area ledak untuk meredam suara secara alami.
3. Mitigasi Debu dan Fly Rock
Lubang ledak ditutup dengan blasting mats atau tanah lembap untuk menahan batuan terlempar dan Penggunaan teknik delay blasting untuk menurunkan tekanan gelombang udara.
4. Mitigasi












