BulukumbaDaerah

Gedung Ammatoa, Pusat Seni Budaya di Bulukumba Mulai Dibangun Agustus 2024

×

Gedung Ammatoa, Pusat Seni Budaya di Bulukumba Mulai Dibangun Agustus 2024

Sebarkan artikel ini
Gedung Ammatoa, Pusat Seni Budaya di Bulukumba Mulai Dibangun Agustus 2024
Foto: Tampak maket rencana Gedung Ammatoa yang akan dibangun Pemkab Bulukumba, tahun ini.

SINDOSULSEL.COM, Bulukumba – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba akan membangun gedung fasilitas publik yang diberi nama Gedung Ammatoa, tahun 2024 ini.

Selain akan berfungsi sebagai perkantoran, Gedung Ammatoa nantinya juga akan berfungsi sebagai tempat pagelaran seni budaya yang dilengkapi dengan ruang studio dan galeri.

Gedung Ammatoa akan dibangun di seberang jalan Gedung Pinisi yang merupakan lahan bekas Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bulukumba.

Baca juga: Bupati Bulukumba Bahas Pembangunan dengan Akademisi dan Praktisi

“Fungsinya sebagai tempat pagelaran seni budaya, studio, pameran dan perkantoran,” ungkap Kabid Humas Diskominfo Andi Ayatullah Ahmad, Rabu (12/6/2024).

Dikatakan, jika sebelumnya Gedung Pinisi dibangun melalui pos anggaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Sementara Gedung Ammatoa ini akan dibangun menggunakan pos anggaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bulukumba.

Gedung Ammatoa, lanjutnya akan dikerjakan secara bertahap. Pengerjaan tahap pertama yakni pembangunan struktur gedung dengan nilai anggaran kurang lebih Rp18 Miliar.

Baca juga: Bawaslu Bulukumba Ingatkan ASN untuk Jaga Netralitas di Pilkada 2024

Pengerjaan fisik proyek tahap awal Gedung Ammatoa ditargetkan mulai dikerjakan pada Agustus tahun 2024 ini bersama proyek lainnya.

Selain Gedung Ammatoa, Pemkab Bulukumba juga akan mengerjakan sejumlah proyek infrastruktur lainnya, di antaranya Pasar Sentral, Pasar Tanete, Pasar Wisata Bira, Pantai Merpati, Kolam Labuh dan pembangunan Sentra Pelelangan Ikan dan Kuliner Bentenge.

Selanjutnya, Kantor Camat Rilau Ale, Kantor Camat Kindang, Sirkuit Balap Motor di Bira, dan sejumlah ruas jalan, termasuk kelanjutan pengaspalan ruas jalan lingkar Lemo-lemo – Bira. (*)