BONE, sindosulsel.com – Pemerintah Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, mengintensifkan patroli sampah menjelang penilaian Adipura yang dijadwalkan pada Oktober 2026.
Patroli difokuskan pada titik-titik yang kerap menjadi lokasi penumpukan sampah.
Sekretaris Camat Tanete Riattang, Sudirman, mengatakan patroli dilakukan setiap hari. Petugas juga mengedukasi warga agar mengelola sampah di lingkungan masing-masing.
“Seperti pesan Bapak Bupati, Adipura itu harus setiap hari. Kami giat melakukan patroli sampah setiap hari, terutama di titik-titik yang menjadi lokasi penumpukan sampah besar, sekaligus mengedukasi masyarakat agar bisa mengendalikan sampahnya sendiri agar tidak menjadi masalah,” ujar Sudirman saat ditemui di Bone, Jumat (25/09/2026).
Menurut Sudirman, tim penilai Adipura akan datang ke Kabupaten Bone. Ia menyatakan Tanete Riattang, sebagai salah satu kawasan pusat kota, siap menghadapi penilaian tersebut.
“Bone, khususnya Tanete Riattang, telah siap. Tidak hanya kerja pemerintah daerah, kepatuhan, kesadaran, dan keterlibatan masyarakat sangat penting,” katanya.
Penilaian Adipura 2026 mencakup lebih dari kebersihan yang terlihat di lapangan.
Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup menyatakan bahwa penilaian juga melihat perencanaan, anggaran, sumber daya manusia, fasilitas, dan kinerja pengelolaan sampah daerah.
Secara terpisah, Camat Tanete Riattang, Andi Muh Iqbal Walinono, mengatakan upaya menjaga kebersihan harus menjadi kebiasaan warga, bukan kegiatan yang dilakukan hanya menjelang penilaian.
“Kami tidak mengejar piala saja, kami ingin mengejar budaya. Adipura itu bonus dari kebiasaan bersih. Makanya kami mulai dari hal kecil: tidak ada sampah yang menginap di selokan, tidak ada TPS liar yang dibiarkan berhari-hari. Lurah, RT/RW, hingga petugas kebersihan kami kerahkan semua,” ujar Iqbal.
Ia mengajak warga ikut menjaga kebersihan, dimulai dari lingkungan rumah masing-masing.
“Petugas kami terbatas, tapi kalau 50 ribu warga Tanete Riattang semua jadi petugas kebersihan di depan rumahnya masing-masing, Bone pasti Adipura. Kami butuh gotong royong, bukan hanya penonton,” katanya.












