InternasionalReligi

Jemaah Haji Indonesia Bersiap Menuju Arafah

×

Jemaah Haji Indonesia Bersiap Menuju Arafah

Sebarkan artikel ini
Jemaah Haji Indonesia Bersiap Menuju Arafah
Situasi tenda-tenda yang akan diinapi jemaah haji Indonesia selama di Mina, Arab Saudi, di puncak haji yang berlangsung di Armuzna. (dok. MCH 2025)

SINDOSULSEL.COM, Internasional – Menjelang puncak ibadah haji yang akan berlangsung di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), seluruh persiapan terus dimatangkan.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menetapkan bahwa seluruh jemaah haji Indonesia akan mulai bergerak ke Arafah pada Rabu (04/06/2025), bertepatan dengan 8 Dzulhijjah 1446 H.

Menurut Kepala Operasi Armuzna, Harun Arrasyid, pergerakan jemaah ke Arafah dilakukan dalam tiga kelompok waktu atau trip, bukan sekaligus.

Trip pertama dimulai pukul 06.00–11.00 WAS, dilanjutkan trip kedua pukul 11.00–16.00 WAS, dan trip terakhir pada pukul 16.00–23.00 WAS.

Pergerakan jemaah akan disesuaikan dengan data masing-masing syarikah (perusahaan penyedia layanan haji di Arab Saudi).

Oleh karena itu, para jemaah yang sebelumnya berpindah hotel tanpa laporan diminta kembali ke penginapan awal mereka sebelum Sabtu (31/05/2025) pukul 18.00 WAS. Hal ini merujuk pada edaran resmi Nomor 101/PPIH-AS/5/2025.

“Jika ada jemaah yang tidak kembali ke hotel asal sesuai pendataan syarikah, maka bisa saja tidak terangkut menuju Arafah karena sistem akan membaca data yang tidak sinkron,” tegas Harun, seperti dikutip dari Liputan6.

Tahun ini, Indonesia menjalin kerja sama dengan delapan syarikah dalam penyelenggaraan layanan Masyair, yang merupakan bagian dari layanan selama puncak haji.

Beberapa nama syarikah tersebut antara lain Al-Bait Guest (35.977 jemaah), Rakeen Mashariq (35.090), Sana Mashariq (32.570), Rehlat & Manafea (34.802), dan lainnya.

Tantangan utama yang dihadapi adalah posisi tenda yang tidak teratur. Hal ini menyebabkan jarak antar tenda bisa cukup jauh.

“Kami akan buat sektor-sektor khusus agar memudahkan pemantauan dan pelayanan terhadap jemaah di berbagai titik,” ujar Harun.

Untuk mengantisipasi masa mabit di Mina yang berlangsung tiga hari empat malam, PPIH juga menyiapkan pos pemantauan di area sekitar Jamarat lantai tiga, serta sejumlah titik strategis lainnya.

Ketua PPIH, Muchlis Hanafi, menyampaikan sembilan imbauan resmi dari otoritas Arab Saudi kepada seluruh jemaah haji asal Indonesia.

Salah satunya adalah larangan keluar tenda saat wukuf di Arafah dan bermalam di Mina antara pukul 10.00 hingga 16.00 WAS. Imbauan ini diterbitkan untuk mengantisipasi suhu ekstrem yang diperkirakan mencapai 50 derajat celcius.

Selain itu, jemaah diwajibkan mengikuti jadwal pergerakan dan aktivitas secara teratur sesuai dengan alokasi syarikah dan markaz masing-masing.

Larangan juga diberlakukan bagi mereka yang ingin melontar jumrah secara mandiri di luar jadwal resmi.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan sekaligus anggota tim Amirul Hajj, Taruna Ikrar, mengingatkan bahwa kondisi panas ekstrem di Armuzna dapat menyebabkan heat stroke, terutama bagi jemaah lansia dan penderita penyakit kronis.

Ia menyarankan jemaah untuk memperbanyak konsumsi air putih, termasuk air zamzam, untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh. Bila merasa pusing atau tidak nyaman, jemaah diminta segera mencari tempat teduh dan menghindari aktivitas berat di siang hari.

Bagi yang memiliki riwayat heat stroke, disarankan untuk melakukan aktivitas ibadah di malam hari, saat suhu lebih bersahabat.