Internasional

Jumlah Korban Gempa Myanmar Tembus 2.000 Jiwa, Diprediksi Terus Bertambah

×

Jumlah Korban Gempa Myanmar Tembus 2.000 Jiwa, Diprediksi Terus Bertambah

Sebarkan artikel ini
Jumlah Korban Gempa Myanmar Tembus 2.000 Jiwa, Diprediksi Terus Bertambah
Gempa Myanmar dan Thailand (x.com/sentdefender)

SINDOSULSEL.COM, Internasional – Jumlah korban tewas akibat gempa dahsyat yang mengguncang Myanmar terus bertambah, kini melampaui 2.000 jiwa.

Bencana yang terjadi pada Jumat (29/3/2025) ini menyebabkan kehancuran besar di berbagai wilayah, termasuk runtuhnya tempat ibadah dan fasilitas umum.

Ratusan biksu Buddha tertimbun reruntuhan biara, puluhan anak-anak tewas di sekolah yang ambruk, dan sekitar 700 warga Muslim kehilangan nyawa ketika bangunan masjid runtuh saat mereka sedang beribadah.

Kejadian tragis ini menambah derita rakyat Myanmar yang sebelumnya sudah menghadapi krisis kemanusiaan akibat konflik berkepanjangan.

Gempa berkekuatan 7,7 skala richter ini berpusat di dekat Mandalay, kota terbesar kedua di Myanmar.

Guncangan hebatnya merusak bandara, melengkungkan jalan raya, dan meruntuhkan ratusan bangunan di wilayah tengah negara itu.

Upaya penyelamatan menghadapi hambatan besar, termasuk pemadaman listrik, kelangkaan bahan bakar, dan sulitnya komunikasi.

Kurangnya alat berat memperlambat pencarian korban di bawah reruntuhan.

Banyak warga yang terpaksa menggali puing-puing dengan tangan kosong dalam suhu yang mencapai lebih dari 40 derajat Celsius.

Di Mandalay, tim penyelamat masih berusaha menemukan lebih dari 150 biksu yang terjebak di biara U Hla Thein yang hancur.

Sementara itu, laporan menyebutkan bahwa 60 masjid mengalami kerusakan parah, dan beberapa di antaranya roboh total.

Pemerintah militer Myanmar melaporkan bahwa hingga saat ini, lebih dari 2.065 orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 3.900 lainnya mengalami luka-luka dan sekitar 270 orang masih dinyatakan hilang.

Namun, jumlah korban sebenarnya kemungkinan lebih tinggi karena masih banyak daerah terdampak yang belum bisa dijangkau tim penyelamat.

Badan PBB untuk Myanmar menyerukan akses kemanusiaan tanpa hambatan, mengingat sebelum bencana ini pun sekitar 20 juta orang di negara tersebut sudah membutuhkan bantuan akibat konflik bersenjata dan krisis ekonomi.

Sebagai bentuk solidaritas, Indonesia telah mengirimkan 12 ton bantuan kemanusiaan ke Myanmar.

Bantuan ini meliputi makanan, obat-obatan, tenda, dan selimut, yang disediakan oleh TNI, Basarnas, Baznas, serta beberapa lembaga pemerintahan dan masyarakat.

Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan, menyatakan bahwa bantuan ini dikirim sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meringankan beban rakyat Myanmar yang terdampak bencana.

Dengan banyaknya korban dan keterbatasan akses bantuan, dunia internasional kini menyoroti situasi kemanusiaan di Myanmar yang semakin memprihatinkan.