Oleh: Baharuddin Solongi
(Yayasan Tociung Luwu-Universitas Andi Djemma)
MAKASSAR, sindosulsel.com – Tulisan ini adalah tulisan kedua dalam rangka menyambut Seminar Nasional APPERTI Sulawesi Selatan *Penguatan Tata Kelola kelembagaan Yayasan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta* yang akan diselenggarakan di Auditorium Al-Jibra Kampus II Universitas Muslim Indonesia pada tanggal 23 Juni 2026.
Di tengah berbagai tantangan pembangunan nasional, satu kenyataan yang tidak dapat diabaikan adalah bahwa masa depan Indonesia sesungguhnya sangat ditentukan oleh kemajuan desa.
Lebih dari sekadar wilayah administratif, desa merupakan ruang hidup sebagian besar rakyat Indonesia, tempat sumber daya alam dikelola, nilai-nilai sosial dipelihara, dan ketahanan bangsa dibangun dari akar rumput.
Karena itu, ketika berbicara tentang Indonesia Emas 2045, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang bagaimana membangun desa-desa yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.
Dalam konteks tersebut, peran yayasan penyelenggara perguruan tinggi swasta layak ditempatkan sebagai salah satu aktor strategis pembangunan.
Selama ini, yayasan sering dipahami hanya sebagai badan hukum yang mengelola kampus. Padahal, di balik fungsi administratif tersebut tersimpan tanggung jawab sosial yang jauh lebih besar, yaitu memastikan bahwa ilmu pengetahuan yang dihasilkan perguruan tinggi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Desa mandiri bukanlah desa yang sepenuhnya bebas dari bantuan pemerintah. Desa mandiri adalah desa yang memiliki kemampuan mengelola sumber daya lokal, memperkuat kelembagaan sosial, menciptakan peluang ekonomi, memanfaatkan teknologi, serta mengambil keputusan pembangunan secara partisipatif dan berkelanjutan.
Kemandirian desa pada hakikatnya adalah kemampuan masyarakat untuk menjadi subjek pembangunan, bukan sekadar objek penerima program.
Di sinilah perguruan tinggi memiliki keunggulan yang tidak dimiliki banyak institusi lain. Kampus adalah pusat produksi pengetahuan, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia.
Melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, perguruan tinggi memiliki instrumen yang lengkap untuk membantu desa keluar dari berbagai persoalan struktural yang selama ini menghambat kemajuannya.












