BONE, sindosulsel.com – Pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Bone terus memanfaatkan potensi komoditas lokal untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi.
Salah satunya dilakukan Ninik Andriyany, warga Desa Lanca, Kecamatan Tellusiattinge, yang mengolah buah sukun menjadi keripik dan memasarkannya melalui internet.
Ninik mengatakan, pemasaran secara online membantu produknya menjangkau konsumen di luar wilayah Bone. Keripik sukun buatannya kini telah dipasarkan hingga Makassar dan Belopa.
“Pemasarannya sampai Makassar dan Belopa melalui online. Penjualan bahkan bisa mencapai sekitar 350 bungkus dalam satu musim,” ujar Ninik saat ditemui di Kantor Camat Tellusiattinge.
Usaha keripik sukun tersebut telah dirintis Ninik sejak 2018. Ia memanfaatkan ketersediaan buah sukun yang tumbuh secara musiman untuk dijadikan produk camilan.
Baca Juga : LKPP Tingkatkan Kapasitas Ratusan Pelaku Usaha di Bone
Meski demikian, produksi keripik tidak dapat dilakukan sepanjang tahun karena ketersediaan bahan baku bergantung pada musim buah sukun yang umumnya datang dua kali dalam setahun.
Saat buah sukun tidak tersedia, Ninik memilih menjalankan usaha lain di bidang dekorasi.
Pemanfaatan pemasaran digital membuat produk keripik sukun tersebut tidak hanya bergantung pada konsumen lokal, tetapi juga memiliki peluang menjangkau pasar yang lebih luas.
Usaha tersebut sekaligus menjadi contoh pemanfaatan komoditas lokal menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah serta dapat menjadi sumber pendapatan bagi pelaku UMKM di daerah.












