SINDOSULSEL.COM, Sidrap – Mahasiswa KKN 114 Universitas Hasanuddin (Unhas) menginisiasi inovasi hijau melalui program edukasi dan praktik pembuatan pupuk organik cair (POC) dari limbah perikanan di Kelurahan Majjelling, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Program ini mendapat sambutan hangat dari kalangan ibu rumah tangga yang antusias mengikuti seluruh tahapan kegiatan, mulai dari teori hingga praktik langsung.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa jurusan Budidaya Perairan, Sutriyani, mengajak masyarakat untuk mengubah limbah ikan yang selama ini terbuang sia-sia menjadi pupuk organik bernutrisi tinggi.
Baca Juga : Lewat Program UMKM Terkemas, Mahasiswa KKN Unhas Bantu UMKM Manggalung Urus NIB
Inovasi ini menjadi bagian dari pengabdian Kuliah Kerja Nyata (KKN) 114 Unhas yang mengusung semangat pembangunan berkelanjutan.
Inisiatif tersebut menggabungkan implementasi dari tiga pilar Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu:
-
SDGs 2: Zero Hunger. Edukasi tentang pembuatan POC diharapkan meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
-
SDGs 12: Responsible Consumption and Production. Pengolahan limbah menjadi produk bermanfaat mencerminkan prinsip konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
-
SDGs 15: Life on Land. Penggunaan pupuk organik dapat menjaga kesuburan tanah secara alami dan melindungi ekosistem daratan dari dampak pupuk kimia.
Kegiatan berlangsung secara interaktif, dengan peserta diajak langsung mengolah limbah menjadi pupuk, dimulai dari proses pengumpulan ikan, pencampuran bahan, fermentasi, hingga aplikasi pupuk ke tanaman.
“Selama ini limbah ikan hanya dibuang. Padahal, dengan metode yang tepat, bisa diubah menjadi pupuk organik yang sangat berguna. Harapan saya, ibu-ibu di sini bisa menjadi pelopor lingkungan sehat dengan memanfaatkan limbah untuk kebermanfaatan ekonomi,” tutur Sutriyani di hadapan peserta yang menyambut dengan tepuk tangan.
Salah satu peserta, Hasnawati, mengaku terinspirasi untuk memproduksi POC secara mandiri.
“Saya baru tahu ternyata limbah ikan bisa dijadikan pupuk cair. Ilmu baru ini sangat bermanfaat. Semoga tanaman kami makin subur dan sampah berkurang,” ujarnya.
Program ini sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mengelola limbah rumah tangga dan memperkuat ekonomi hijau berbasis masyarakat.
Baca Juga : Mahasiswa KKN Unhas Gelombang 114 Gagas Inovasi Pembangunan Desa di Taccimpo
Para mahasiswa Unhas berharap kegiatan ini dapat menular ke desa-desa lain sebagai inspirasi untuk menjaga lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan.
Sutriyani menutup kegiatan dengan ajakan yang menyentuh, “Mari jadikan limbah sebagai berkah, untuk lingkungan lebih bersih dan penghasilan lebih hijau.”
Selain memberdayakan masyarakat, program ini juga memperkenalkan solusi pertanian berkelanjutan yang mudah diterapkan.
POC yang dihasilkan melalui fermentasi mikroba mengandung unsur hara penting seperti nitrogen, fosfor, dan kalium. Hasilnya, tanah menjadi lebih subur tanpa perlu ketergantungan pada pupuk kimia.
Penggunaan POC ini juga berkontribusi pada penurunan pencemaran air dan tanah, serta mendorong praktik pertanian yang ramah lingkungan.
Melalui pengolahan limbah lokal, program ini menunjukkan bagaimana inovasi sederhana bisa menciptakan dampak besar bagi ekosistem dan keberlanjutan ekonomi masyarakat.












