SINDOSULSEL.COM, Toraja – Duka mendalam menyelimuti keluarga Aulia Belinda Kurapak (28), salah satu korban kebakaran hebat di Glodok Plaza, Jakarta Barat, Rabu (15/01/2025).
Jenazah Aulia tiba di rumah duka di Jalan Mannuruki, Makassar, pada Sabtu (25/1/2025) dan akan dimakamkan di kampung halamannya di Dusun Tongko Sarapung, Kecamatan Sangalla, Kabupaten Tana Toraja.
Jenazah diberangkatkan dari Jakarta pada pagi hari dan tiba di Makassar sekitar pukul 8 pagi.
Setelah prosesi doa bersama di rumah duka, keluarga membawa jenazah ke Toraja melalui jalur darat yang memakan waktu sekitar delapan jam.
Pemakaman dijadwalkan berlangsung pada Senin (27/1/2025), sesuai tradisi setempat yang tidak memperbolehkan penguburan pada hari Minggu.
Kakak almarhum, Rikky Kurapak, menjelaskan bahwa Aulia adalah anak kedua dari empat bersaudara dan dikenal sebagai sosok mandiri dan periang.
“Dia orang yang tangguh, mandiri, dan selalu membawa kebahagiaan di keluarga,” ungkapnya dengan suara penuh haru.
Aulia Belinda, mantan pramugari Lion Air yang kemudian bekerja di sebuah konsultan hukum di Jakarta, menjadi salah satu dari belasan korban tewas dalam kebakaran Glodok Plaza.
Ia berada di lokasi untuk menghadiri perayaan ulang tahun seorang teman di tempat karaoke.
Pihak keluarga mengungkapkan harapan agar tragedi serupa tidak terulang kembali. Rikky meminta pemilik gedung untuk lebih memperhatikan aspek keselamatan agar tidak ada lagi korban jiwa akibat kelalaian seperti ini.
“Semoga kejadian ini menjadi pelajaran untuk meningkatkan keamanan, terutama di gedung-gedung yang ramai pengunjung,” katanya.
Ibunda Aulia yang berada di Jakarta sejak insiden kebakaran terus menanti kabar tentang anaknya hingga identifikasi jenazah selesai dilakukan di RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur.
Proses identifikasi memakan waktu lebih lama karena kondisi jenazah yang sulit dikenali akibat kebakaran hebat tersebut.
Setelah jenazah berhasil diidentifikasi, keluarga segera membawa Aulia kembali ke Makassar untuk dimakamkan di kampung halaman, tempat peristirahatan terakhir bersama keluarga besar.
Pemakaman di Tana Toraja akan mengikuti tradisi lokal yang biasanya melibatkan prosesi panjang dan penghormatan khusus kepada mendiang.
Namun, keluarga memutuskan untuk menyederhanakan acara demi menjaga kondisi ibunda yang masih berduka.
Aulia meninggalkan kesan mendalam bagi keluarga dan teman-temannya sebagai pribadi yang ceria dan penuh semangat.
Kepulangannya ke Toraja menjadi momen penuh haru, di mana keluarga, kerabat, dan teman-temannya mengiringi perjalanan terakhir Aulia ke tanah leluhur.












